Puncak Musim Hujan di Babel Diprediksi Januari 2027, Warga Diminta Waspada

PANGKALPINANG, ALINEANEWS.ID – Kepulauan Bangka Belitung diprediksi mencapai puncak musim hujan pada Januari 2027. Masyarakat diminta mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, genangan, longsor hingga pohon tumbang ketika curah hujan meningkat.

Prediksi tersebut merupakan bagian dari prakiraan musim hujan 2026/2027 yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan pemantauan anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 Samudra Pasifik pada akhir bulan Agustus 2026 sebesar +2,83 dengan nilai indeks ENSO periode Juli-Agustus-September (JAS) sebesar +2,63 yang mengindikasikan El Nino sangat kuat. Sementara di Samudra Hindia, tercatat indeks IOD bulan Agustus +0,376 dan berpeluang menuju fase positif hingga akhir tahun.

“Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat,” tegas Faisal pada konferensi pers ‘Prediksi Musim Hujan’ di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan puncak musim hujan di Indonesia tidak terjadi secara bersamaan. Sejumlah wilayah mengalami puncak pada Desember 2026, sementara wilayah lainnya pada Januari hingga Februari 2027.

Untuk Bangka Belitung, Januari 2027 diprediksi menjadi periode puncak musim hujan.

“Awal musim hujan di Indonesia terjadi tidak bersamaan,” ujar Ardhasena.

Masyarakat perlu membedakan antara awal musim hujan dan puncak musim hujan. Hujan yang mulai turun lebih sering belum tentu menunjukkan bahwa curah hujan sudah mencapai titik tertingginya.

BMKG memprediksi puncak musim hujan secara nasional berlangsung bertahap pada Desember 2026, Januari 2027 dan Februari 2027. Namun, puncak musim hujan tidak berarti hujan akan turun setiap hari dengan intensitas tinggi.

Puncak musim hujan menunjukkan periode ketika curah hujan secara umum berada pada tingkat tertinggi dibandingkan periode lainnya dalam satu musim.

Karena itu, masyarakat tetap perlu mengikuti perkembangan prakiraan cuaca harian. Hujan ekstrem yang berpotensi memicu bencana dapat terjadi pada waktu tertentu dan tidak selalu berlangsung sepanjang periode puncak musim.

Memasuki Januari, peningkatan curah hujan perlu diantisipasi terutama di wilayah yang selama ini memiliki titik rawan genangan maupun banjir. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *