DAMAR, ALINEANEWS.ID — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan sejumlah mitra meresmikan Kampung KB Kerisi atau Kampung KB Pariwisata sebagai upaya pembangunan keluarga di tingkat desa dengan pendekatan yang lebih luas melalui integrasi program kependudukan, pemberdayaan masyarakat dan sektor pariwisata.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, mengatakan keberadaan Kampung KB harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan desa.
“Kampung KB harus kita bangun sebagai gerakan bersama. Ketika pemerintah daerah, pemerintah desa, mitra kerja, dan masyarakat bergerak dalam satu arah, maka program pembangunan keluarga tidak berhenti pada kegiatan, tetapi dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan keluarga dan masyarakat,” kata Fazar.
Menurut Fazar, pengembangan Kampung KB dengan pendekatan pariwisata membuka ruang bagi desa untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Pariwisata dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat, sementara pembangunan keluarga tetap menjadi fondasi dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
Konsep tersebut sekaligus memperluas peran Kampung KB dalam pembangunan di tingkat desa. Program Bangga Kencana tidak hanya dijalankan melalui kegiatan kependudukan dan keluarga berencana, tetapi dapat disinergikan dengan sektor lain yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Peluncuran Kampung KB Pariwisata Kerisi ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Belitung Timur bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pemerintah daerah dan para mitra.
Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan bantuan sosial serta dukungan non-nutrisi berupa bantuan pembangunan jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting.
Pengembangan Kampung KB Pariwisata Kerisi juga menempatkan keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pembangunan desa, dengan menghubungkan aspek kesehatan, pembangunan keluarga, pemberdayaan serta pengembangan potensi wisata. (*/)







