ALINEANEWS.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 pada Kamis (14/11/2024), di Ruang Pertemuan Inspektorat Pangkalpinang.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Yuniar Putia Rahma (Pj Ketua TP PKK Pangkalpinang), Akhmad Subekti (Asisten Pemerintahan dan Kesra), Agustu Efendy (Kepala Dinas PPPAKB Pangkalpinang) serta melibatkan Camat dan Lurah se-kota Pangkalpinang.
Dalam sambutannya, Pj Ketua TP PKK Pangkalpinang, Yuniar Putia Rahma, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting menjadi prioritas nasional yang harus diimplementasikan di daerah.
“Kolaborasi antar sektor telah berjalan, mulai dari pemberian tablet tambah darah untuk remaja, edukasi gizi bagi calon pengantin, hingga mendorong pola konsumsi sehat bagi ibu hamil,” ujarnya.
Selain melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta juga diharapkan dapat berperan aktif untuk mencapai target “Nol Stunting”.
Dalam rapat ini, peserta diminta menyepakati langkah konkret untuk memperbarui strategi dan mengevaluasi hasil di lapangan.
Untuk diketahui, PKK Kota Pangkalpinang, melalui Pokja 4, memiliki peran strategis dalam program ini. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, antara lain:
1. Pendampingan ASI Eksklusif: Edukasi dan dukungan untuk memastikan bayi mendapatkan gizi terbaik sejak dini.
2. Aktivasi Posyandu: Pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin untuk deteksi dini risiko stunting.
3. Sosialisasi Imunisasi: Menyadarkan masyarakat akan pentingnya imunisasi untuk mencegah penyakit yang berdampak pada tumbuh kembang anak.
“Langkah konkret lainnya mencakup kerja sama dengan PKK Provinsi Bangka Belitung, seperti pemberian 35 butir telur kepada 233 anak yang terindikasi stunting. Program ini merupakan bagian dari intervensi spesifik yang bertujuan meningkatkan asupan protein dan gizi anak,” tambahnya.
Lurah se-Kota Pangkalpinang juga diinstruksikan untuk bekerja sama dengan posyandu dan mendekatkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada masyarakat di kelurahan masing-masing.
Upaya ini bertujuan untuk mendukung gizi ibu hamil dan balita, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pengolahan bahan makanan lokal yang bergizi.
“Melalui Rakor ini Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap seluruh pihak dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan target bebas stunting. Edukasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini,” harapnya.












