BPS Pangkalpinang Gelar Rilis BRS Sebagai Upaya Pengendalian Inflasi Kota Pangkalpinang

ALINEANEWS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) kota Pangkalpinang melaksanakan Rilis dan Pers Conference BRS Perekembangan Harga Indeks Harga Konsumen/Inflasi, bertempat di Ruang Rapat BPS Pangkalpinang, Senin (02/09/2024).

Kepala BPS kota Pangkalpinang Dewi Savitri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang memuat ringkasan fenomena sosial maupun ekonomi berdasarkan hasil kegiatan statistik.

“Pada bulan Agustus 2024 ini terjadi deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,11 persen, namun terjadi inflasi sebesar 1,19 persen untuk year on year, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 104,50,” ungkap Dewi Savitri.

Lebih lanjut, beliau juga menjelaskan beberapa catatan peristiwa bulan agustus terkait penurunan maupun lonjakan harga yang ada di kota Pangkalpinang.

“Pada agustus 2024 ada beberapa komoditas yang menyebabkan deflasi secara month to month (m-to-m) yaitu komoditas bawang merah dengan andil sebesar 0,10 persen, kemudian beras dengan andil 0,6 persen serta bayam yang memberika  andil sebesar 0,5 persen.

Sementara untuk andil inflasi pada agustus 2024 ada komoditas beras dengan andil sebesar 0,47 Persen, Sigaret Kretek Mesin (SKM) dengan andil sebesar 0,34 persen dan juga kopi bubuk dengan andil sebesar 0,13 persen,” terangnya.

Kemudian, beliau menambahkan inflasi ini terjadi karena harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks dihampir seluruh kelompok pengeluaran.

“Saat ini kota Pangkalpinang mengalami tiga kali deflasi secara mount to mount (m-to-m) yaitu, bulan Mei, Juli dan Agustus, yang di pengaruhi oleh banyaknya perayaan hari besar, namun secara year on years (y-on-y) harganya lebih relatif di kondisi yang sama,” terangnya.

Pada kesempatan selanjutnya, Pj Wali kota Pangkalpinang Budi Utama menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pangkal Pinang menyambut baik rilis deflasi ini.

“Menyikapi rilis kegiatan ini, pastinya harus kita jaga terutama bahan-bahan yang menjadi inflasi, seperti beras, sigaret kretek dan juga kopi bubuk, karena tanpa kita sadari produksi kopi bubuk untuk di kota Pangkalpinang mengalami kenaikan harga,” ungkap Pj Wali kota Pangkalpinang.

Dikatakannya, Pemerintah kota Pangkalpinang  juga akan melakukan tindak lanjut untuk memastikan ketersedian stok beras dan juga pupuk dengan melibatkan beberapa stakeholder terkait.

“Yang pasti, melalui rilis ini nanti sebagai acuan pemerintah kota Pangkalpinang, yang kemudian dipelajari kembali untuk mengambil langkah kebijakan, menjadikan birokrasi kita menjadi lebih baik.

Kemudian dengan adanya sinergi ini dapat membangun komitmen yang kuat, serta mampu menghadapi segala kondisi yang ada di kota Pangkalpinang,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *