ALINEANEWS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang menggelar konferensi pers terkait perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan inflasi Januari 2025.
Acara ini berlangsung di Ruang Rapat BPS Kota Pangkalpinang dan dihadiri oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang, M. Unu Ibnudin, Sekretaris Daerah Mie Go, Kepala BPS Kota Pangkalpinang Dewi Savitri, serta perwakilan Bappeda, Kabag Perekonomian, dan sejumlah jajaran BPS kota Pangkalpinang, Senin (03/02/2025).
Dalam sambutannya, Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, menekankan bahwa rilis data ini merupakan momen yang sangat penting sebagai dasar untuk pengambilan langkah strategis oleh pemerintah daerah.
Lebih lanjut, Dewi Savitri memaparkan data BPS, Kota Pangkalpinang mengalami deflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 0,24 persen pada Januari 2025.
“Indeks Harga Konsumen (IHK) turun dari 104,07 pada Januari 2024 menjadi 103,82 pada Januari 2025. Secara month-to-month (m-to-m) dan year-to-date (y-to-d), terjadi deflasi sebesar 0,96 persen dibandingkan Desember 2024,” ujar Dewi Savitri saat memberikan paparan.
Kemudian, dirinya menjelaskan penurunan harga ini terutama disebabkan oleh turunnya indeks pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mencapai 13,52 persen.
Namun, beberapa kelompok pengeluaran mengalami inflasi, antara lain:
• Makanan, minuman, dan tembakau: 4,23 persen
• Pakaian dan alas kaki: 1,09 persen
• Perlengkapan rumah tangga: 0,21 persen
• Kesehatan: 1,97 persen
• Transportasi: 0,31 persen
• Rekreasi dan olahraga: 3,02 persen
• Pendidikan: 1,78 persen
• Restoran: 0,63 persen
• Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 3,90 persen
“Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi y-on-y antara lain tarif listrik, angkutan udara, bawang merah, sawi hijau, tomat, bensin, ikan pari, ikan singkur, cabai rawit, dan ikan kembung. Sementara itu, komoditas penyumbang inflasi y-on-y meliputi sigaret kretek mesin, kopi bubuk, beras, daging ayam ras, minyak goreng, mobil, bayam, dan emas perhiasan.
Secara m-to-m, deflasi dipengaruhi oleh turunnya harga tarif listrik, angkutan udara, serta beberapa jenis ikan seperti ikan singkur, ikan kembung, dan ikan pari. Sebaliknya, inflasi m-to-m didorong oleh kenaikan harga cabai merah, daging ayam ras, ikan selar, mobil, motor, serta beberapa sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi hijau,” jelasnya.
Dirinya juga menambahkan bahwa kebijakan diskon listrik dan penyesuaian tarif transportasi menjadi faktor utama terjadi deflasi.
“Penurunan harga listrik menjadi faktor utama deflasi pada Januari 2025. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024, pemerintah memberikan diskon 50 persen untuk biaya listrik rumah tangga selama Januari dan Februari 2025.
Selain itu, penurunan harga tiket pesawat domestik pasca-libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) turut berkontribusi terhadap deflasi di sektor transportasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Pangkalpinang, Unu Ibnudin, mengapresiasi BPS atas rilis data yang komprehensif dan mendukung transparansi dalam penyusunan kebijakan daerah.
Ia menegaskan bahwa data yang valid menjadi landasan utama dalam pengambilan kebijakan strategis guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pangkalpinang.
“Dengan adanya data yang akurat dan terpercaya, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran demi kemajuan Kota Pangkalpinang,” ujar Unu Ibnudin.
Ringkasan Inflasi Januari 2025
• Deflasi m-to-m sebesar 0,96 persen, deflasi y-on-y sebesar 0,24 persen.
• Penyumbang utama deflasi y-on-y adalah kelompok perumahan, listrik, air, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 2,12 persen.
• Komoditas utama penyumbang deflasi Januari 2025 adalah tarif listrik, angkutan udara, dan bawang merah.
• Inflasi y-on-y tertinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,23 persen.
• Faktor utama deflasi adalah kebijakan diskon listrik pemerintah dan penyesuaian tarif angkutan udara pasca-libur Nataru.
Dengan data yang telah dirilis, diharapkan pemerintah daerah dapat mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kota Pangkalpinang.







