ALINEANEWS.COM – Wacana pembangunan jembatan yang menghubungkan Sumatera Selatan dengan Pulau Bangka, terus berkembang.
Jembatan sepanjang sekitar 13,5 Kilometer itu, rencananya membentang dari sisi daratan Desa Tanjung Tapa, Kecamatan Tunjung Selapan, Kabupaten OKI, Sumsel dengan Desa Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan.
Diperkirakan membutuhkan dana Rp15 triliun untuk membangun jembatan, yang kemudian dikenal Jembatan Bahtera (Bangka Sumatera) tersebut.
Rencana jembatan yang menghubungkan Sumatera dan Bangka ini, pernah dibahas dalam Rakor Popnas XVI 2021 di Ruang Kerja Gubernur Sumsel, Rabu (29/7/2020).
Kala itu, Gubernur Sumsel Herman Deru dan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman bersepakat akan bertemu presiden untuk menyampaikan tentang Jembatan Bahtera.
Namun, dalam satu kesempatan, Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan pembangunan Jembatan Bahtera sangat sulit karena biaya yang dibutuhkan Rp15 triliun.
APBN yang dikeluarkan untuk membangun jembatan tersebut, tentu harus mempertimbangkan berbagai aspek.
Sementara, ramai masyarakat menanggapi rencana pembangunan Jembataan Bahtera tersebut.
“Untuk apa buat jembatan, kalau akan menambah masalah sosial. Ini tidak semudah yang dipikirkan,” ujar Rusdi warga Pangkalpinang, Rabu (4/10/2023).
Menurutnya, tidak ada persoalan yang mendesak sehingga harus ada konektivitas antara Sumatera dan Bangka.
Penyeberangan melalui kapal saat ini, kata dia, sudah cukup baik menghubungkan kedua wilayah tersebut.
“Jangan menambah masalah baru, kriminalitas misalnya bisa bertambah,” katanya.
Warga lain, Imam menyebutkan, dengan anggaran Rp15 triliun, kecil kemungkinan jembatan tersebut akan dibangun.
Apalagi saat ini, pemerintah membutuhkan banyak dana untuk membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Pandangan lain disampaikan Rosa, yang menilai dengan berdirinya jembatan dari Bangka ke Sumatera, akan mempercepat distribusi barang.
Akses ke Sumatera yang lebih mudah dan cepat, menurut Rosa akan memiliki nilai tambah dalam kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.
“Selama untuk kebaikan, kita dukung ada jembatan itu,” katanya.
Sementara beberapa waktu lalu, Pj Gubernur Babel Suganda Pandapotan Pasaribu kedatangan investor di rumah dinasnya, Senin (25/9/2023).
Tamu itu adalah Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Kopan Berjaya, Rimso Maruli Sinaga, yang berminat membangun Jembatan Bahtera.
Rimso mengaku ingin membangun Kepulauan Bangka Belitung.
Menurutnya, Jembatan Bahtera akan menghidupkan denyut nadi kehidupan ekonomi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Suganda memberikan apresiasi jika ada pihak yang ingin membangun Jembatan Bahtera.
Termasuk kepada investor yang berniat menjadi bagian dalam pembangunan jembatan tersebut.
Dia mengatakan investor yang dibawa Rimso berasal dari China.
“Kalau mereka serius, nanti akan ada pertemuan lanjutan,” kata Suganda.







