PANGKALPINANG, ALINEANEWS.ID – Suasana haru mewarnai pelepasan purnatugas Kepala Perwakilan Kemendukbangga/ BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fazar Supriadi Sentosa. Setelah mengabdi selama 33 tahun 7 bulan, Fazar resmi mengakhiri masa kedinasannya, sekaligus meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah untuk dilanjutkan pimpinan berikutnya.
Dalam acara pelepasan yang digelar BKKBN Babel, apresiasi dan doa disampaikan keluarga besar BKKBN atas dedikasi Fazar selama puluhan tahun.
Ketua Umum Perkumpulan Juang Kencana (Juken) BKKBN, Dr. Sudibyo Alimoeso, mengatakan berakhirnya masa jabatan bukan berarti berakhirnya pengabdian.
“Pengabdian tidak mengenal batas usia. Jiwa dan semangat pejuang KB tidak akan pernah berhenti,” ujarnya.
Fazar mengawali karier sebagai PLKB pada 1993. Perjalanannya kemudian berlanjut di sejumlah bidang, mulai dari kepegawaian, perbekalan, perencanaan hingga sekretariat. Ia juga pernah dipercaya memimpin BKKBN di Jawa Barat sebelum tiga tahun terakhir mengemban amanah di Bangka Belitung.
Di penghujung masa tugasnya, Fazar justru menyoroti sejumlah pekerjaan yang masih harus diperkuat BKKBN Babel.
Ia menyebut beberapa program prioritas, di antaranya GENTING, Gerakan Ayah Teladan, lansia berdaya dan Super F, masih membutuhkan peningkatan agar hasilnya lebih maksimal.
“Yang sudah dicapai dipertahankan, tetapi ditambah lebih baik lagi,” kata Fazar.
Pelayanan keluarga berencana juga menjadi catatan. Menurutnya, sejumlah perubahan sudah terjadi, namun masih diperlukan upaya lanjutan untuk meningkatkan capaian hingga akhir tahun.
Selain program, Fazar menitipkan target reformasi birokrasi kepada pimpinan berikutnya. Setelah meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK), BKKBN Babel perlu melanjutkan langkah menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Kalau WBBM itu pelayanan publik, jadi harus ditingkatkan lagi,” ujarnya.
Fazar berharap capaian yang telah dibangun selama masa kepemimpinannya tidak berhenti setelah dirinya purnatugas. Ia meminta program yang sudah berjalan baik dipertahankan, sementara hal-hal yang belum maksimal terus diperbaiki.
Sementara itu, perwakilan pegawai BKKBN Babel, M. Taufik, mengenang Fazar sebagai sosok yang tidak hanya berperan sebagai pimpinan, tetapi juga mentor dan teladan bagi pegawai.
Ia menilai semangat Fazar dalam mengawal program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting menjadi salah satu hal yang membekas selama masa kepemimpinannya. (*)











