Bawaslu Bangka Gelar Rakor Pengawas Pemilu Bersama Media dan ASN di Sungailiat

ALINEANEWS.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka menggelar rapat koordinasi Aparatur Pengawas Pemilu dan Konsolidasi Kesekretariatan Bersama Media dan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilu 2024, di Novilla Boutique Resort Sungailiat, Selasa (26/9/2023).

Hadir pada kesempatan itu, anggota Bawaslu Babel Jafri, Ketua Bawaslu Bangka Sugesti, Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi IAIN Abdurrahman Siddik DR Iskandar, dan Ketua Bidang Pendidikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pangkalpinang Alza Munzi.

Sementara, peserta yang hadir sejumlah ASN di Kabupaten Bangka dan anggota panitia pengawas kecamatan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka Sugesti menyebutkan Pemilu 2024 sudah semakin dekat, sehingga perlu menjadi perhatian Bawaslu terkait netralitas ASN.

Sehingga, melalui rapat koordinasi ini terjalin konsolidasi antarpihak untuk menyukseskan Pemilu 2024.

“Terkait netralitas ASN, ada catatan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yaitu ada 64 jenis pelanggaran pemilu yang dilakukan ASN sejak awal 2023,” kata Sugesti.

Dia mengingatkan agar ASN berhati-hati menggunakan media sosial, termasuk mengomentari status calon peserta pemilu.

Sementara Iskandar, yang juga mantan Ketua Timsel Anggota Bawaslu se-Babel 2023-2028 menjelaskan terkait netralitas ASN.

Menurutnya, ASN dapat terjebak dalam kondisi dilematis lantaran beberapa faktor.

Disebutkan Iskandar, ada ASN yang mendukung peserta pemilu bisa jadi karena ingin mendapatkan jabatan dan takut kehilangan jabatan.

“Misalnya ada mantan bupati yang mencalonkan lagi. Bisa saja, kondisi ini membuat ASN terjebak dalam situasi tersebut,” katanya.

Ditambahkan Alza Munzi, pers memiliki peran yang besar untuk mengawal Pemilu 2024 berjalan adil dan berkualitas.

Lantaran sebagai lembaga yang dilindungi undang-undang, pers memiliki fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemilu.

“Namun untuk mengawal itu, wartawan yang bertugas harus memahami dirinya bebas dari kepentingan tertentu, netral, independen,” ujar Alza Munzi.

Dikatakan Alza, wartawan hanya menyampaikan fakta dalam bentuk berita tanpa ada unsur lain.

Penulis berita, ujarnya, tidak terjebak dalam kejahatan pikiran dan membuat narasi berdasarkan opini. (alineanews/iqbal)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *