ALINEANEWS.ID – Membangun masa depan desa tidak cukup hanya dengan menghadirkan pembangunan fisik. Kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, menjadi fondasi penting yang turut menentukan arah kemajuan sebuah desa.
Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Babel di Desa Benteng Kota, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat. Dengan mengangkat tema “Dari Desa untuk Masa Depan: Kolaborasi Pendidikan Membangun Generasi Cerdas Desa Benteng Kota”.
Kegiatan tersebut mendorong masyarakat untuk melihat pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. Sekolah, keluarga, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu mendukung perkembangan anak.
Selaku Ketua Kelompok KKN, Ihza Fadlilah Ilham, mengatakan pendidikan memiliki posisi penting dalam mempersiapkan generasi desa menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.
“Masa depan sebuah desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastrukturnya, tetapi juga oleh kualitas generasi yang akan melanjutkan pembangunan tersebut. Karena itu, pendidikan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya saat memberikan keterangan, Rabu (19/08/2026).
Menurut dia, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat menuntut anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi, serta kecakapan dalam menggunakan teknologi secara bijak.
Dalam konteks tersebut, sekolah memiliki peran sebagai ruang untuk memperoleh pengetahuan sekaligus mengembangkan keterampilan. Namun, proses pendidikan tidak berhenti di lingkungan sekolah.
Keluarga menjadi lingkungan pertama dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan. Sementara itu, masyarakat berperan menciptakan lingkungan sosial yang positif bagi tumbuh kembang anak. Pemerintah desa juga dapat mengambil peran sebagai penggerak dan fasilitator dalam memperkuat berbagai program yang berkaitan dengan pendidikan.
“Kalau semua unsur ini berjalan sendiri-sendiri, hasilnya tentu tidak akan maksimal. Tetapi ketika sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah desa dapat berkolaborasi, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak untuk belajar, berkembang, dan berprestasi,” katanya.
Ia menilai, perhatian terhadap pendidikan di tingkat desa merupakan investasi jangka panjang. Anak-anak yang saat ini memperoleh pendidikan dan lingkungan tumbuh yang baik nantinya akan menjadi bagian dari masyarakat yang menentukan arah pembangunan desa.
“Satu anak yang mendapatkan pendidikan berkualitas adalah satu harapan untuk masa depan. Ketika seluruh masyarakat ikut mengambil bagian, harapan tersebut dapat tumbuh menjadi kekuatan bagi kemajuan desa,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah berharap kesadaran mengenai pentingnya kolaborasi dalam pendidikan dapat terus berkembang di Desa Benteng Kota.
Lebih dari sekadar kegiatan edukasi, program tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan pandangan bahwa pembangunan desa harus berjalan beriringan antara pembangunan fisik dan pembangunan manusia.
Generasi yang dibutuhkan bukan hanya generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, mampu berpikir kritis, kreatif dalam berkarya, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dari Desa Benteng Kota, pesan tersebut digaungkan: kemajuan desa dimulai dari generasi yang berkualitas, sementara generasi berkualitas lahir dari pendidikan yang dibangun melalui kolaborasi.







