ALINEANEWS.COM – Pulau Bangka memiliki sejarah panjang, sebelum akhirnya dihuni oleh mayoritas penduduk beragama Islam.
Pada abad ke-7, penduduk beragama Hindu pernah tinggal di Pulau Bangka.
Saat itu, Pulau Bangka berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya.
Sejarah juga mencatat, Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Mataram pernah menguasai Pulau Bangka.
Hanya saja, pada masa lampau, Pulau Bangka tidak begitu dianggap meski letaknya strategis.
Pulau Bangka tidak menghasilkan rempah-rempah yang dibutuhkan penduduk dunia, sehingga kerap menjadi sasaran lanun atau bajak laut.
Ada beberapa literatur yang menjelaskan asal usul nama Bangka.
I-Tsing menyebut nama Bangka berasal dari kata Mo-Ho-Hsin, yang berlokasi di Kota Kapur, saat ini di Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka.
Kota Kapur berhadapan dengan delta Sungai Musi. Moho dari bahasa Sansekrta yang artinya bingung atau linglung.
Berdasarkan pengertian itu, oleh Nia Kurnia (1983), menghubungkan kata Bangka dari istilah tua bangka, orang yang sudah tua dan linglung.
Ada juga yang menjelaskan kata Bangka berasal dari wangka (vanca), artinya timah.
Nama wangka muncul pertama kali bersama nama Swarnabhumi dalam buku sastra India Milindrapantha yang ditulis abad ke-1 SM.
Keterangan lain berpendapat nama Bangka berasal dari sejarah Dinasti Ming periode 1368-1643.
Disebut Ma Yi dong atau Ma Yi Tung. Ma Yi dong disebut berada di Barat Pulau Gao lan atau Belitung.
Ma Yin dong sebutan pedagang Arab untuk Pulau Bangka. Kata itu berasal dari kata mayit, bahasa halus kata bangkai.
Sementara ada juga yang menduga kata Bangka berasal dari kata waka atau wangkang, artinya jung kapal Tiongkok, yang banyak pecah dan tenggelam di sekitar Pulau Bangka.













