Hadiri Rakor Koperasi Merah Putih, Wagub Hellyana : Strategi Atasi Kemiskinan dan Kesenjangan Ekonomi

ALINEANEWS.ID – Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, secara resmi membuka (Rakor) Rapat Koordinasi Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digelar di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Jumat (02/05/2025).

Rakor ini turut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM RI, Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D, yang menyampaikan paparan mengenai arah dan kebijakan pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai program nasional.

Dalam sambutannya, Hellyana menyampaikan bahwa pembentukan koperasi di tingkat desa dan kelurahan ini merupakan langkah strategis untuk memberdayakan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Beliau menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan prinsip ekonomi kerakyatan.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Bangka Belitung melalui pendekatan berbasis kerakyatan. Ini menjadi wadah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan manusia di desa, sekaligus solusi konkret atas berbagai tantangan ekonomi seperti akses permodalan, keterbatasan lapangan kerja, kesenjangan ekonomi antarwilayah, hingga kemiskinan ekstrem di pedesaan,” ujar Hellyana.

Ia mengajak seluruh pihak, baik dari unsur pemerintah maupun elemen terkait lainnya, untuk bersama-sama mengambil langkah yang komprehensif dan terkoordinasi guna memastikan program ini berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang solid di setiap lini agar program ini benar-benar dapat memberikan dampak nyata dan terus berlanjut dalam jangka panjang,” harapnya.

Untuk diketahui, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri, rencananya Koperasi Merah Putih akan dibentuk di 309 desa dan 84 kelurahan. Program ini diyakini mampu menjadi motor penggerak pemerataan ekonomi nasional, memperkuat struktur ekonomi desa, menekan angka kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Lebih lanjut, Rapat Koordinasi ini turut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM RI, Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D., yang memaparkan arah dan kebijakan pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari program nasional.

Dalam paparannya, Prof. Ambar menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang inklusif sebagai upaya strategis untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Indonesia.

“Koperasi Merah Putih adalah program prioritas nasional yang diinstruksikan langsung oleh Presiden pada Maret lalu. Ditargetkan akan terbentuk 80.000 koperasi di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya untuk memperkuat ekonomi desa dan ketahanan pangan, tetapi juga mendorong modernisasi koperasi yang inklusif,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh elemen pemerintah, dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan, diharapkan membentuk satuan tugas (satgas) khusus guna memastikan kelancaran pelaksanaan dan pengembangan program ini secara sinergis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *