ALINEANEWS.ID – Cuaca ekstrem kembali memakan korban di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dua warga Desa Teru, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, meninggal dunia setelah tertimpa pohon di depan SD Negeri 42 Pangkalpinang, Jln.Solihin GP, Kelurahan Asam, Senin (30/12/2024).
Kepala Desa Teru, Solihin, membenarkan peristiwa tragis ini berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga pihak korban.
Kedua korban diketahui adalah Mellyani menantu dari Sana (65). Saat kejadian, Mellyani yang sedang hamil mengendarai sepeda motor bersama mertuanya, Sana.
“Yang meninggal di tempat adalah Mellyani , menantu dari Sana. Dia yang membawa sepeda motor,” ujar Solihin saat di temui awak media.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Kota Pangkalpinang. Kepala Desa Teru berharap pihak Pemerintah Kota Pangkalpinang dapat memberikan perhatian kepada keluarga korban.
“Kami menyadari ini adalah musibah yang tidak dapat dihindari. Namun, kami berharap Pemkot Pangkalpinang dapat proaktif memberikan perhatian kepada warga kami yang menjadi korban,”harap Solihin.
Di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Primaya, sejumlah warga Desa Teru turut hadir memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Selain itu, rencananya, kedua korban akan dimakamkan pada Selasa (31/12/2024).
“Kami berusaha mencari informasi yang akurat agar tidak ada informasi yang simpang siur,” kata Solihin saat berada di Rumah Sakit Primaya.
Tragedi ini mengundang duka mendalam bagi masyarakat Desa Teru dan menjadi pengingat akan bahaya cuaca ekstrem yang sering terjadi.
Kepala Desa dan warga berharap ada langkah antisipasi dari pihak terkait untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Untuk Diketahui, sebanyak 7 lokasi terjadinya pohon tumbang dan yang paling parah yaitu di depan warkop tela kopi gang singapur karna ukuran pohon yang begitu besar dan menyebabkan 1 mobil dan 7 motor tertimpa pohon.
Terpisah, Kepala BPBD Pangkalpinang, Dedy Revandi, pada saat diwawancara membenarkan bahwa kedua pengendara sepeda motor tersebut meninggal dunia.
“Kita mendapatkan informasi bahwa ada Pohon tumbang di Jalan selan depan SDN 42, Pangkalpinang korban meninggal 2 orang (warga desa Teru) dan 1 motor rusak berat.
Kejadian di sekitar rumah Sakit Bhakti wara Santo Yoseph itu yang mengakibatkan ada korban yang tertimpa pohon dua orang wanita yang sampai dengan saat kami dapat informasi bahwa kedua korban itu sudah meninggal dunia, Saat ini jasad kedua korban telah dibawa ke Primaya Hospital Bakti Wara Pangkalpinang,” ungkapnya.
BPBD Kota Pangkalpinang bersama instansi dan Dinas terkait mengevakuasi pohon yang tumbang dan melakukan pembersihan terhadap pohon yang tumbang yang mana mengganggu arus lalu lintas di jalan.
“Kami membagi 30 personel BPBD untuk mengecek, karena pada saat yang bersamaan ini ada tujuh lokasi kejadian yang kami dapatkan informasinya melalui grup WA maupun call center kami,” Jelasnya.
“Dari tujuh lokasi Pohon tumbang yang terparah untuk dituju lokasi ini ada dua, yang pertama dua korban meninggal dunia, kemudian di Tela Coffee Gang Singapur, ini ada satu kendaraan mobil dan 7 kendaraan bermotor yang tertimpa pohon, dan saat ini kita masih proses evakuasi untuk membersihkan pohon yang mengganggu arus lintas bersama dengan kawan-kawan dari DLH, kepolisian dan yang lainnya,” Lanjutnya.
Dedi Revandi juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat menjalankan aktivitas.
“Sesuai dengan prediksi BMKG tanggal 21 Desember sampai dengan 31 Desember 2024,kami kabarkan bahwa untuk Pangkalpinang akan mengalami cuaca ekstrim seperti angin kencang dan hujan air intensitas lebat, ini yang perlu di antisipasi masyarakat Kota Pangkalpinang yang biasanya beraktivitas di luar ruangan untuk selalu berhati-hati karna bisa memicu timbulnya bencana seperti pohon besar tumbang, jangan sampai nanti masyarakat menjadi korban,” Sebutnya.
Dedi juga menjelaskan Apabila terjadi bencana maka bisa menghubungi kami sendiri BPD selanjutnya terkait pemangkasan pohon yang masih berdiri tegak itu bisa berkoordinasi dengan Dinas DLH.













