ALINEANEWS.COM – Proses pencairan bocah bernama Rafles (11) di Sungai Lempuyang, Dusun Tanah Merah, Desa Baskara Bakti, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah terus dilakukan warga dan Tim Basarnas bersama Polair Polda Babel, Sabtu (30/9/2023).
Rafes merupakan korban terkaman buaya saat memancing bersama ayahnya, Muhri (45), Jumat (29/9/2023) sore.
Keduanya tak menyangka sore itu ada predator ganas tengah mengintai mereka di sungai.
Muhri seperti biasa melempar pancing ke tengah sungai, ditemani anaknya.
Lalu, tiba-tiba seekor buaya muncul dari air langsung menerkam tubuh korban.
Dalam waktu sekejap, buaya menyeret tubuh anak laki-laki itu ke dalam air.
Muhri yang melihat peristiwa itu, terkejut bukan kepalang.
Anak keduanya, dimangsa buaya tepat di depan matanya sendiri.
Dia sudah berusaha melakukan upaya untuk menolong anaknya.
Namun, buaya sudah membawa tubuh korban ke dalam air.
Muhri meminta bantuan warga sekitar, yang berbondong-bondong datang ke sungai.
Hanya saja, sampai menjelang malam, tubuh korban belum dapat ditemukan.
Pencarian dilanjutkan mulai Sabtu pagi, dengan menggunakan jaring.
Pihak Basarnas dan BPBD Bangka Tengah juga terus berupaya melakulan pertolongan terhadap korban.
“Korban belum ditemukan, sungai di sini memang ada buayanya,” kata Indra, warga di lokasi kejadian.
Konflik buaya dan manusia di Bangka Belitung kerap terjadi lantaran diduga habitat buaya yang terganggu.
Sungai sebagai tempat hidup buaya semakin tergerus oleh keberadaan tambang timah.
Sampai Juni 2023 saja, ada lima kasus serangan buaya terhadap manusia yang tercatat Alobi Fondation.







