ALINEANEWS.COM – Dialog bertajuk Pencegahan dan Pengembangan Pemilu Partisipatif Melalui Komunikasi dan Informasi Media Massa dan Ormas pada Pemilihan Umum Serentak 2024 di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pangkalpinang, berlangsung atraktif, Selasa (12/9/2023).
Peserta dialog yang terdiri wartawan, pengurus ormas, dan perwakilan mahasiswa tampak antusias, termasuk ketika melontarkan sejumlah pertanyaan.
Hadir Komisioner Bawaslu Pangkalpinang, Imam Ghozali, Wahyu Saputra, dan Dian Bastari.
Sebagai Ketua Bawaslu Pangkalpinang, Imam Ghozali mengapresiasi kehadiran wartawan, mahasiswa, dan pengurus ormas.
Menurutnya, jelang Pemilu 2024, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk bersama-sama mengawasi jalannya pemilu umum.
“Terutama kepada pers dan ormas, tentunya kami sangat menerima masukan terkait pengawasan pemilu,” kata Imam Ghozali.
Sementara dari perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pangkalpinang, Alza Munzi memberikan paparan terkait tugas dan peran pers terhadap pengawasan pemilu partisipatif.
Menurutnya, wartawan yang dibekali UU Pers No 40 Tahun 1999, memiliki peran yang strategis.
Apalagi, saat ini wartawan berada di era digital yang pertumbuhannya sangat pesat.
“Jumlah media online di Bangka Belitung, diperkirakan sekitar 250 yang artinya bisa menjadi bagian untuk mengawasi Pemilu 2024, agar berkualitas,” jelasnya.
Dia menyebutkan, sumber utama masyarakat mendapatkan berita, pertama dari media online dan kedua media sosial.
Di sisi media sosial, pertumbuhannya sangat luar biasa, karena lebih enak dilihat, mudah dibaca, sehingga menimbulkan sugesti digital.
“Artinya, orang bisa terlena dengan informasi dari media sosial, misalnya TikTok. Tetapi informasi dari media sosial belum terkonfirmasi, terverifikasi, sehingga kebenarannya belum teruji,” tambah Alza.
Pengawasan pemilu partisipatif adalah bagian program kerja Bawaslu, untuk melakukan pencegahan kemungkinan terjadinya pelanggaran pemilu.
Sekadar diketahui, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pangkalpinang dilantik, Sabtu (20/8/2023).
Tiga orang komisioner itu adalah Imam Ghozali, Wahyu Saputra, dan Dian Bastari.
Ketua Bawaslu Kota Pangkalpinang Imam Ghozali, dalam berbagai kesempatan mengatakan akan melakukan sinergisitas dengan lembaga terkait dan peningkatan sumber daya manusia.
Menurutnya, Pemilu 2024 semakin dekat sehingga membutuhkan energi dan kemampuan yang baik agar jalannya Pemilu 2024 sukses dan lancar.
Untuk Koordinator Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H) Bawaslu Pangkalpinang dipercayakan kepada Wahyu Saputra.
Wahyu sebelumnya adalah seorang jurnalis dan sempat menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Babel dan Komisi Informasi (KI) Babel.
Sementara koordinator divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, dipercayakan kepada Dian Bastari.
Dian pernah berkarier di dunia perbankan dan terlibat dalam pengawasan kepemiluan yang dibentuk Bawaslu RI.







