ALINEANEWS.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah dengan menggelar operasi pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kegiatan tersebut berlangsung di Terminal Kampung Keramat , dengan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari perangkat daerah, Bank Indonesia, hingga mitra penyedia bahan pangan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Juhaini, mengatakan operasi pasar murah menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mengantisipasi tekanan inflasi, khususnya dari kelompok komoditas pangan.
“Pada hari ini Pemerintah Kota Pangkalpinang mengadakan operasi pasar murah melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM yang bekerja sama dengan Kantor Wilayah Bank Indonesia,” ujar Juhaini kepada awak media, Kamis (10/09/2026).
Pelaksanaan kegiatan tersebut turut didukung sejumlah mitra partisipasi, di antaranya Bulog, PT BAMS, Sumber Pangan, CV Sabang Jaya, Hypermart dan Hoki Buah.
Menurut Juhaini, langkah tersebut penting dilakukan mengingat perkembangan inflasi Kota Pangkalpinang secara year-on-year (y-on-y) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 4,11 persen. Salah satu kelompok yang memberikan andil cukup besar terhadap inflasi tersebut adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau.
“Sebagaimana kita tahu, kemarin Kota Pangkalpinang y-on-y di bulan Agustus 2026 berada di angka 4,11 persen. Salah satu andil terbesarnya adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau. Maka untuk mengantisipasi ini kita mengadakan kegiatan pasar murah,” jelasnya.
Beras Bulog Disiapkan 2 Ton
Dalam operasi pasar murah tersebut, pemerintah juga menyediakan sejumlah kebutuhan pokok untuk masyarakat. Salah satunya beras yang disiapkan melalui Bulog dengan total 2 ton dan dijual menggunakan harga distributor.
Selain beras, masyarakat juga dapat memperoleh sejumlah komoditas pangan lainnya, seperti telur, minyak goreng serta bahan kebutuhan pokok lainnya.
Ketersediaan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok sekaligus membantu menjaga daya beli.
Juhaini menambahkan, upaya pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui operasi pasar murah. Pemerintah juga turut mendukung penyaluran bantuan cadangan pangan dari pemerintah pusat kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat.
Untuk program tersebut, terdapat 19.808 penerima manfaat di Kota Pangkalpinang. Masing-masing penerima memperoleh bantuan berupa 30 kilogram beras, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 594.240 kilogram beras untuk masyarakat di seluruh wilayah Kota Pangkalpinang.
“Harapannya, kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat dan juga meningkatkan daya beli serta pertumbuhan ekonomi kita agar lebih baik,” kata Juhaini.
Pemkot Pangkalpinang berharap sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha, dan berbagai mitra lainnya dapat terus diperkuat dalam menjaga ketersediaan serta keterjangkauan bahan pangan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, dan memastikan kebutuhan pokok tetap dapat diakses masyarakat dengan harga yang wajar.








