ALINEANEWS.ID – Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang menekankan pentingnya kepedulian sosial sebagai bagian integral dalam penyelenggaraan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Erwandy, usai menghadiri kegiatan Organisasi Indonesia Tionghoa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupa penyaluran bantuan alat tulis bagi pelajar kurang mampu dalam rangka peringatan Hardiknas, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, mengingat masih terdapat siswa yang belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.
“Tidak semua siswa memiliki kemampuan ekonomi yang sama. Oleh karena itu, kepedulian sosial seperti ini sangat penting untuk terus dijaga guna mendukung kemajuan pendidikan di Kota Pangkalpinang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Erwandy menjelaskan bahwa pihaknya terus menjalankan program penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Melalui program tersebut, Dinas Pendidikan melakukan pendataan dan inventarisasi bersama Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan jajaran Kepolisian Sektor Gerunggang untuk mendata anak-anak di wilayah Kecamatan Gerunggang yang berpotensi kembali ke jalur pendidikan, baik formal maupun nonformal, seperti Paket A, Paket B, dan Paket C.
“Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah Anak Tidak Sekolah di Pangkalpinang tercatat sebanyak 167 orang. Namun, tidak seluruhnya bersedia kembali bersekolah karena sebagian telah bekerja. Kami terus melakukan pendekatan secara persuasif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 68 anak menyatakan keinginan untuk kembali bersekolah dan telah difasilitasi melalui pemberian beasiswa sebesar Rp1 juta per orang, disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing,” jelasnya.
Dalam peringatan Hardiknas ini, Dinas Pendidikan juga menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter.
Kepedulian sosial dinilai sebagai fondasi penting dalam membentuk pelajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki empati dan tanggung jawab terhadap sesama.
“Momentum Hardiknas ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan memiliki peran besar dalam membangun generasi yang berkarakter. Kepedulian sosial harus menjadi bagian dari proses pembelajaran, sehingga para pelajar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung dunia pendidikan di Pangkalpinang melalui kegiatan sosial. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan dunia usaha dinilai penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, lanjut Erwandy, berkomitmen untuk terus mendorong program-program yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan nilai-nilai sosial.
“Upaya ini diharapkan dapat mendukung semangat anak-anak untuk kembali bersekolah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah,” tutupnya.













