Angka Stunting di Babel pada 2022 Tercatat 18,5 Persen, Pemprov Berikan Makanan Tambahan

ALINEANEWS — Pemerintah terus melakukan upaya untuk menurunkan angka stunting, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Salah satu caranya adalah pemberian makanan tambahan berupa telur, susu, dan biskuit.

Hal itu juga dilakukan Pemprov Babel di Desa Bukit Ketep, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (5/9/2023).

Pj Gubernur Babel Suganda Pandapotan Pasaribu mengkolaborasikan upaya penurunan stunting dengan program Gubernur Eksekusi Kerja Bersama Membangun Bangka Belitung atau Gule Kabung.

Dia bersama istri, yang juga Ketua Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Maya Krista Sidabutar, mendatangi langsung ke rumah warga di Desa Ketep.

“Nilai gizi anak harus menjadi perhatian, misal komposisi protein,” kata Maya.

Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Babel MHD Irzal mengatakan berdasarkan studi status gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Babel mencapai 18,5 persen pada 2022.

Secara keseluruhan di Bangka Belitung, Pemprov Babel melalui Dinsos dan Pemberdayaan Masyarakat Desa memberikan bantuan tambahan kepada 2.831 anak stunting.

Stunting adalah kondisi tubuh anak, yang pertumbuhan badannya kurang tinggi dibandingkan anak seusianya.

Artinya ada gangguan pertumbuhan anak, yang disebabkan kekurangan nutrisi.

Beberapa ciri anak stunting:

1. Tumbuh kembang lambat

2. Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya

3. Berat badan lambat naik, cenderung turun

4. Anak cenderung lebih pendiam

5. Fase pertumbuhan gigi pada anak melambat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *