ALINEANEWS.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Lomba Napak Tilas Sejarah Kota Pangkalpinang Tahun 2025 di Alun-alun Taman Merdeka, Selasa pagi (23/9/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Sangkek Timah sekaligus puncak perayaan Hari Jadi ke-268 Kota Pangkalpinang.
Mewakili Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Subekti, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kita hadir dalam rangka pelepasan acara Napak Tilas Sejarah Kota Pangkalpinang. Selain mengenang sejarah, kegiatan ini juga dapat membuka wawasan generasi muda kita tentang perjalanan kota tercinta Pangkalpinang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Akhmad Subekti juga menyinggung sejarah Pangkalpinang, termasuk peran penting Pulau Bangka yang pernah menjadi salah satu pusat diplomasi politik internasional. Ia menyebut bahwa di masa awal berdirinya Republik Indonesia, Pangkalpinang sempat menjadi lokasi sejumlah perundingan penting yang turut menentukan keberlanjutan bangsa.
Diketahui, lomba Napak Tilas kali ini diikuti oleh 31 SMP se-Kota Pangkalpinang. Para peserta diajak menelusuri jejak sejarah kota melalui rute yang telah ditentukan, sembari mengenal lebih dekat peninggalan dan nilai-nilai historis yang ada di Pangkalpinang.
Tidak hanya lomba napak tilas, perayaan HUT Kota Pangkalpinang ke-268 juga dimeriahkan dengan beragam kegiatan tradisional, mulai dari adu gasing, pertunjukan musik keroncong, hingga seni khas daerah yang menambah semarak suasana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Erwandy, menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk membangkitkan kesadaran historis di kalangan pelajar, khususnya di era digitalisasi yang serba cepat.
“Napak tilas ini bukan sekadar lomba, tetapi juga bagian dari upaya menanamkan nilai nasionalisme dan kebanggaan terhadap sejarah bangsa, khususnya sejarah Kota Pangkalpinang,” jelasnya.
Erwandy berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga sarana menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap daerahnya. Dengan begitu, nilai-nilai perjuangan dan kebersamaan yang diwariskan para pendahulu dapat terus hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.












