Muncul Gerakan Minta Dirinya Mundur, Pj Gubernur Babel: Sabar Tunggu Saja Sampai Waktunya

ALINEANEWS.COM — Ramah, santai, dan diwarnai canda tawa mewarnai suasana silaturahmi Pj Gubernur Babel Suganda Pandapotan Pasaribu di Rumah Dinas Gubernur Babel, Selasa (29/8/2023).

Suganda yang saat itu mengenakan baju kemeja putih, bercerita banyak hal terkait perjalanan dirinya selama lima bulan memimpin Bangka Belitung.

Dia mengakui, ada pihak-pihak tertentu yang tidak menyukai dirinya dipilih presiden untuk menjadi penjabat gubernur.

Sekjen Ombudsman itu, sebenarnya secara terbuka mengungkapkan oknum di balik polemik yang selama ini muncul ke publik.

Hanya saja, dia meminta untuk tidak dipublikasikan dengan alasan menjaga kondusifitas dan menghargai pihak yang berkonflik pada dirinya.

Dia mengetahui pihak-pihak tertentu yang mendatangi DPRD Babel dan meminta dirinya dievaluasi oleh Kemendagri.

Suganda memastikan, tidak ada perbuatan atau kesalahan yang membuatnya diberhentikan oleh Mendagri.

Suami Maya Krista Sidabutar itu menyebutkan, agar pihak-pihak yang menginginkannya mundur untuk bersabar saja hingga batas waktunya.

Dia mengatakan ditugaskan oleh Presiden sebagai penjabat gubernur, bisa saja untuk satu tahun, atau justru diperpanjang sampai terpilih gubernur baru.

“Saya juga tidak berpolitik, tidak mau mencalonkan gubernur. Usianya saya pada September nanti baru 50 tahun, jadi pensiun masih lama, bisa 10 atau 15 tahun lagi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Suganda membeberkan beberapa persoalan yang terkesan menyudutkan dirinya sebagai Penjabat Gubernur Babel.

Padahal, menurut Suganda, pernyataan yang keluar dari dirinya tidak menyerang siapapun.

Justru dia memberi gambaran bagaimana perilaku oknum aparatur yang diberi amanat melakukan lelang proyek, mendapatkan keuntungan pribadi.

“Saya ingin kondisi seperti itu tidak ada lagi,” ungkapnya.

Suganda menjelaskan soal program Gule Kabung, staf khusus, dan rekening kas umum daerah (RKUD).

Untuk Gule Kabung, dia memastikan menggunakan anggaran instansi terkait, untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi warga.

Program Gubernur Langsung Eksekusi Kerja Bersama Membangun Bangka Belitung itu dimulai pada 27 Mei 2023.

“Salah satu programnya adalah percepatan penurunan stunting dan malnutrisi anak,” jelasnya.

Terkait staf khusus, menurutnya merupakan hak preogatif gubernur, yang juga dilakukan oleh gubernur-gubernur terdahulu.

Jika dia tidak menempatkan staf khusus, sama saja membatalkan kebijakan gubernur sebelumnya yang memilih ada staf khusus.

“Jadi bukan saya saja yang punya staf khusus, seluruh gubernur, bupati, wali kota ada staf khusus. Terkait bukan orang Bangka Belitung, saya akui itu. Karena saya mendapatkan masukan, jika menempatkan staf khusus dari Babel, nanti ada yang saling iri,” terangnya.

Di tengah bincang-bincang bersama jurnalis itu, Suganda tak sungkan menunjukkan rekening pribadinya, yang jumlahnya tidak seberapa untuk ukuran seorang gubernur.

Dia juga memperlihatkan biaya operasional yang diterimanya sebagai Pj gubernur.

“Saya tidak mengambil biaya operasional keluar negeri,” ungkapnya.

Di penghujung bincang-bincang, Suganda mengaku siap menerima kritikan dan masukan dari jurnalis.

Dia menyebutkan bersedia menerima konfirmasi apapun, asal bukan untuk tujuan berburuk sangka terhadap dirinya.

“Berita jangan ditulis sendiri, dikonfirmasi sendiri,” kata Suganda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *