ALINEANEWS.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Kick Off Meeting Kelompok Kerja (Pokja) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta pelaksanaan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Bapperida Kota Pangkalpinang, Senin (15/07/2025), dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go.
Hadir dalam kegiatan ini Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bapperida, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas PPPAKB, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, serta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
Dalam sambutannya, Sekda Mie Go menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas komitmen dan kerja sama dalam mewujudkan kawasan permukiman yang sehat, layak, dan berkelanjutan.
“Persoalan sanitasi dan perumahan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan komitmen dari seluruh elemen, baik pemerintah, swasta, hingga masyarakat. Kick Off ini menjadi awal langkah bersama untuk menyusun strategi yang terintegrasi dalam perencanaan pembangunan Kota Pangkalpinang ke depan,” ungkap Mie Go.
PPSP menjadi salah satu program prioritas nasional yang juga diadopsi oleh Pemkot Pangkalpinang. Dalam pelaksanaannya, program ini akan menghasilkan dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) yang akan menjadi arah kebijakan pembangunan dan dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RKPD dan Renstra Tahun 2026.
Sekda Mie Go juga menekankan pentingnya regulasi dalam pelaksanaan program ini. Ia menyebut Permen PUPR Nomor 12 Tahun 2020 sebagai landasan hukum dalam penyelenggaraan kawasan permukiman yang sehat dan legal secara administratif.
Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian serius dalam forum ini adalah penggunaan atap berbahan asbes di wilayah Kota Pangkalpinang. Berdasarkan data, sebanyak 77,58% atau sekitar 43.160 dari 55.632 unit rumah di kota ini masih menggunakan atap asbes.
“Penggunaan asbes menjadi tantangan besar karena dampaknya sangat serius terhadap kesehatan. Ini adalah bahan yang tergolong limbah B3, tidak bisa didaur ulang, dan berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan hingga kanker,” terang Mie Go.
Pemkot mendorong agar program bantuan peremajaan rumah ke depan mempertimbangkan penggantian atap asbes dengan material yang lebih aman dan ramah lingkungan. Selain itu, masyarakat juga akan terus diberikan edukasi terkait bahaya asbes melalui program-program sosialisasi dari dinas teknis.
Dalam kesempatan itu, Sekda juga menyampaikan beberapa inovasi sanitasi yang telah dilakukan sebelumnya, seperti Gerakan Salaman (Sanitasi Aman dan Layak) dan My Darling (Masyarakat Sadar Lingkungan). Kedua program ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sanitasi yang sehat.
Mengakhiri kegiatan, seluruh peserta melakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan dalam mempercepat pembangunan permukiman yang sehat dan berkelanjutan di Kota Pangkalpinang.
“Semoga melalui Kick Off Meeting ini, kita dapat membangun komitmen nyata, merumuskan langkah konkret, dan bersinergi dalam mewujudkan sanitasi dan permukiman yang sehat, aman, dan layak bagi seluruh warga Pangkalpinang,” tutup Mie Go.







