ALINEANEWS.COM – Proses penerimaan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Pangkalpinang, mendapat perhatian dan sorotan Komisioner KPU Pangkalpinang, Margarita.
Pasalnya, ada oknum masyarakat tertentu yang membawa berkas pendaftaran secara kolektif di sejumlah Sekretariat Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS).
Seperti diketahui, Sekretariat PPS berada di kantor kelurahan seluruh Pangkalpinang.
“Kenapa ada pihak tertentu yang mendaftarkan sekitar 30 hingga 42 berkas pendaftaran di setiap PPS. Itu dilakukan menjelang penutupan pendaftaran tanggal 20 Desember,” kata Margarita.
Atas laporan petugas PPS di lapangan itu, Margarita menyayangkannya karena akan menjadi sorotan publik.
Dia hanya memastikan rekrutmen petugas KPPS dilakukan secara cermat dan mengedepankan integritas.
Saat disinggung, pendaftaran petugas KPPS itu diduga untuk kepentingan kelompok tertentu, dia tak mau berasumsi.
Meski indikasi ke arah tersebut sangat beralasan karena petugas KPPS juga memiliki hak pilih.
Margarita hanya menyebutkan, KPU Kota Pangkalpinang melakukan rekrutmen sesuai aturan.
Pendaftaran petugas KPPS untuk 622 TPS di Kota Pangkalpinang dibuka 11-20 Desember 2023 kemarin.
Artinya ada 4.354 petugas KPPS yang direkrut, dengan rincian masing-masing TPS sebanyak tujuh orang KPPS.
Dia melanjutkan, pendaftaran dilakukan oleh satu orang saja dengan membawa berkas lamaran puluhan pendaftar.
Sebagai komisioner, dia berpesan kepada petugas PPS untuk menjaga integritas dan menerima pendaftaran sesuai aturan.













