ALINEANEWS.ID – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencuri perhatian dunia balap internasional usai tampil impresif pada seri Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Minggu (10/05/2026) sore WIB.
Dalam balapan dramatis yang diguyur hujan dan berlangsung di lintasan licin, rider Honda Team Asia tersebut sukses finis di posisi keempat setelah melakukan comeback luar biasa dari papan tengah.
Memulai balapan dari grid keenam, Veda sempat mengalami awal yang sulit. Pembalap berusia 17 tahun itu kehilangan beberapa posisi sesaat setelah start dan tercecer hingga peringkat ke-13 pada akhir lap pertama akibat ketatnya persaingan di trek basah Le Mans.
Namun, ketenangan dan konsistensi menjadi kunci kebangkitan talenta muda Indonesia tersebut. Ketika sejumlah rider di barisan depan mengalami crash karena kondisi lintasan yang berbahaya, Veda mampu menjaga ritme balapnya dengan sangat baik. Perlahan namun pasti, ia mulai menembus kelompok depan.
Pada lap keempat, Veda sudah naik ke posisi ketujuh sebelum akhirnya merangsek ke urutan keempat dua lap kemudian. Penampilannya semakin solid saat menjaga pace di tengah tekanan para rival hingga garis finis.
Balapan sendiri dimenangkan oleh pembalap Spanyol, Maximo Quiles dari CFMOTO Gaviota Aspar Team dengan catatan waktu 24 menit 41,640 detik. Posisi kedua diraih Adrian Fernandez dari Leopard Racing, disusul rider Italia Matteo Bertelle di podium ketiga.
Sementara itu, Veda finis dengan selisih 7,659 detik dari sang juara dan mengamankan 13 poin penting bagi Honda Team Asia. Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian terbaik Veda di ajang Moto3 musim ini sekaligus mempertegas potensinya sebagai rising star Asia di kejuaraan dunia balap motor.
Tambahan poin dari Le Mans membuat Veda kini naik ke posisi kelima klasemen sementara pembalap Moto3 2026 dengan koleksi 50 poin. Sementara pucuk klasemen masih dikuasai Maximo Quiles dengan 115 poin, diikuti Adrian Fernandez di posisi kedua.
Hasil positif di Le Mans menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia kini memiliki talenta muda yang mampu bersaing di level tertinggi balap motor dunia. Penampilan matang Veda Ega Pratama di tengah cuaca ekstrem sekaligus memperlihatkan mentalitas dan kualitas balap yang semakin berkembang di pentas internasional.







