BPS Pangkalpinang Rilis Data Inflasi Maret 2025 dan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2024

ALINEANEWS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang menggelar acara Rilis dan Press Conference Berita Resmi Statistik (BRS) terkait Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK)/Inflasi Maret 2025 serta Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV Tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat BPS Kota Pangkalpinang pada Selasa (08/04/2025).

Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang Mie Go, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Juhaini, Kepala BPS Kota Pangkalpinang Dewi Savitri, perwakilan Inspektorat, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA.

Dalam sambutannya, Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, menyampaikan bahwa rilis statistik ini sangat penting sebagai dasar evaluasi dan pertimbangan dalam menyusun kebijakan strategis oleh pemerintah daerah.

“Di tengah suasana hari besar keagamaan, kami BPS kota Pangkalpinang tetap hadir memberikan gambaran kondisi ekonomi melalui indikator IHK dan pertumbuhan ekonomi. Ini diharapkan menjadi refleksi bersama bagi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Inflasi Maret 2025: 1,39 Persen (Y-on-Y) Pada Maret 2025, Kota Pangkalpinang mencatatkan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 1,39 persen, dengan IHK mencapai 105,91. Inflasi ini terjadi karena kenaikan harga di seluruh kelompok pengeluaran.

Kelompok yang mencatatkan inflasi tertinggi antara lain: perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,82 persen, transportasi sebesar 3,04 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 3,02 persen.

Sedangkan inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) tercatat sebesar 1,78 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sebesar 1,03 persen.

“Komoditas yang memberikan andil signifikan terhadap inflasi y-on-y antara lain: sigaret kretek mesin, kopi bubuk, minyak goreng, emas perhiasan, mobil, dan angkutan udara. Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga (deflasi) adalah beras, cabai merah, ikan selar, telur ayam ras, dan pepaya,” paparnya.

Dewi Savitri juga menjelaskan terkait pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV 2024, berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), perekonomian Kota Pangkalpinang pada Triwulan IV 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 6,40 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Namun secara tahunan (y-on-y), terjadi kontraksi sebesar 0,47 persen, dan secara kumulatif sepanjang tahun 2024 (c-to-c), ekonomi kota terkontraksi 2,30 persen.

“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi triwulan IV secara q-to-q terjadi pada sektor sekunder (industri) sebesar 21,84 persen. Namun secara tahunan, sektor sekunder mengalami kontraksi terdalam sebesar 0,99 persen, terutama dipengaruhi oleh penurunan produksi logam timah. Sektor primer dan tersier masing-masing juga mengalami penurunan sebesar 0,14 persen dan 0,26 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh positif 0,84 persen (y-on-y), namun melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Belanja pemerintah mengalami kontraksi 1,77 persen, sedangkan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga tercatat menurun akibat turunnya investasi seperti pembangunan infrastruktur dan pengadaan mesin,” jelasnya.

Kepala BPS Kota Pangkalpinang menambahkan bahwa tantangan ekonomi sepanjang 2024 dipengaruhi oleh penurunan produksi sektor logam timah, serta adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berdampak pada daya beli masyarakat. Meski begitu, beberapa sektor jasa masih mencatatkan pertumbuhan, terutama sektor administrasi pemerintahan seiring dengan peningkatan belanja pegawai.

Acara rilis ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif bersama media dan perwakilan instansi pemerintah. Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap data ini dapat menjadi rujukan penting dalam mengembangkan strategi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *