ALINEANEWS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) kota Pangkalpinang kembali menggelar Rilis dan Pres Conference BRS Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi, Selasa (01/10/2024).
Kegitan tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Wali kota Pangkalpinang Budi Utama serta sejumlah Kepala dinas Pemerintah kota Pangkalpinang.
Ka BPS kota Pangkalpinang Dewi Savitri menyampaikan bahwa pada bulan September 2024 terjadi inflasi secara m-to-m sebesar 0,16 Persen, serta inflasi y-on-y sebesar 0,82 Persen.
“Setelah dua bulan berturut-turut kemarin terjadi deflasi untuk m-to-m, sekarang kita sudah terjadi inflasi 0,16 Persen, meskipun relatif rendah, begitu juga untuk y-on-y sejak berapa bulan terahir kita melandai dan ini bertahap, dan rasa harus dijaga agar tetap inflasi,” terang Dewi Savitri kepada awak media, di Kantor BPS Kota Pangkalpinang.
Beliau juga menjelaskan, komoditas utama penyumbang utama inflasi secara m-to-m September 2024 di isi oleh kelompok transportasi angkutan udara, cigaret kretek mesin dan juga shampo.
“Allhamdulillah, kita mengalami inflasi meskipun sedikit, hal ini di pengaruhi oleh harga tiket transportasi angkutan udara yang sudah mulai membaik dari pada bulan yang lalu.
Sedangkan penyumbang utama inflasi secara y-on-y pada September 2024 adalah kelompok makanan, minuman dan juga tembakau, dengan penyumbang utama dari kelompok tersebut adalah sigaret kretek mesin (SKM), Beras dan juga angkutan udara,” jelas Dewi Savitri.
Pada kesempatan selanjutnya, Penjabat (Pj) Wali kota Pangkalpinang Budi Utama mengucapkan terimakasih kepada Kepala BPS kota Pangkalpinang yang telah bergabung dalam membantu program stunting pemerintah kota Pangkalpinang.
“Allhamdulillah, hari ini BPS kota Pangkalpinang sudah ikut membantu untuk menjadi orang tua asuh dalam menjalankan Program penurunan angka stunting di kota Pangkalpinang, dengan memberikan 1250 telur puyuh sebagai bentuk keperdulian mereka kepada anak-anak kita yang membutuhkan,” ungkap Pj Wai kota Budi Utama.
Selanjutnya, diakui Budi Utama bahwa saat ini kelompok beras dan juga telur mengalami peningkatan daya beli yang cukup siginifkan oleh masyarakat.
“Dari data BPS tadi memang benar ya, kita pemerintah kota sudah melakukan survei langsung dengan kunjungan ke tiga pasar, yang dimana kami melakukan pengecekan untuk melihat daya beli masyarakat, setelah disimpulkan memang benar, saat ini daya beli masyarakat terhadap kelompok beras dan telur cukup meningkat,” tambahnya.
Untuk itu, melalui rilis ini diharapkan dapat memberikan gambaran, cerminan inflasi dan deflasi, serta memahami dinamika ekonomi dalam mengambil kebijakan dan juga dapat mendukung langkah kebijakan yang terarah kepada masyarakat dimasa yang akan datang.
“Pastinya kita berharap ekonomi kita dapat stabil kembali, dan melalui data ini nantinya kami Pemerintah kota akan mencari langkah-langkah serta solusi agar daya beli masyarakat tetap dapat stabil, sehingga perputaran ekonomi menjadi lebih baik di kota Pangkalpinang,” harapnya.







