Masuk Triwulan IV, Pemkot Pangkalpinang Minta OPD Evaluasi Serapan Anggaran

PANGKALPINANG, ALINEANEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) mengevaluasi kembali realisasi serapan anggaran memasuki triwulan keempat Tahun Anggaran 2026.

Evaluasi tersebut diperlukan untuk memastikan program dan kegiatan yang telah direncanakan dapat terlaksana secara optimal hingga akhir tahun.

Arahan tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Pangkalpinang, Agustu Efendi, saat memimpin apel gabungan di halaman Gedung Tudung Saji, Senin (05/10/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya, tali asih Korpri bagi ASN yang memasuki masa purnabakti, serta penghargaan kepada pemenang sejumlah perlombaan dalam rangka Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang.

Agustu mengatakan, memasuki Oktober, setiap perangkat daerah perlu memastikan realisasi anggaran berjalan sesuai target. Selain mengejar pelaksanaan APBD induk, OPD juga diminta segera mempersiapkan kegiatan yang telah ditetapkan dalam APBD Perubahan 2026.

“Pada hari ini, tanggal 5 Oktober 2026, kita sudah memasuki triwulan keempat. Harapan saya, sesuai dengan arahan Pak Wali dan Ibu Wakil Wali Kota, kepala OPD sekali lagi mengevaluasi serapan-serapan anggarannya,” kata Agustu.

Ia menambahkan, persiapan terhadap APBD Perubahan perlu dilakukan sejak dini agar pelaksanaan program tidak menumpuk menjelang akhir tahun.

“Di samping serapan anggaran pada APBD induk, kita juga persiapan pelaksanaan APBD Perubahan 2026,” ujarnya.

Perlu Kepastian Pengganti Guru yang Purnabakti

Dalam kesempatan itu, Pemkot Pangkalpinang juga menyerahkan tali asih kepada ASN yang memasuki masa purnabakti per 1 Oktober 2026.

Agustu menyebut sebagian besar ASN yang memasuki masa pensiun berasal dari sektor pendidikan. Bahkan, sejumlah guru tercatat telah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade.

“Mayoritas purnabakti kita adalah tenaga pendidik, guru-guru kita. Ada yang masa baktinya 38 tahun, 34 tahun, bahkan di atas 30 tahun,” ungkapnya.

Menurutnya, banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya terkait keberlanjutan kebutuhan guru di sekolah.

Namun, Pemkot Pangkalpinang masih menunggu kebijakan pemerintah pusat mengenai penerimaan maupun pengisian tenaga pendidik.

“Kita masih menunggu kebijakan dari pusat terkait penerimaan tenaga pendidikan atau guru-guru ini. Karena sekarang ini di samping ASN juga ada PPPK penuh waktu dan PPPK paruh waktu,” katanya.

Ia berharap kebijakan tersebut nantinya memberikan kepastian bagi pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.

“Kita masih menunggu kebijakan itu terkait penerimaan atau penggantian. Karena memang tidak ada lagi kebijakan terkait zero growth ASN guru ke depan,” jelasnya.

Selain kebutuhan tenaga pendidik, Agustu turut menyoroti kesejahteraan aparatur. Ia berharap ke depan terdapat peningkatan penghasilan bagi ASN, termasuk melalui gaji maupun tambahan penghasilan pegawai (TPP).

Hal tersebut juga diharapkan dapat dirasakan oleh PPPK penuh waktu maupun PPPK paruh waktu.

“Mudah-mudahan ke depan Bapak-Ibu semuanya juga ada peningkatan terkait dengan gaji ataupun TPP untuk para ASN kita, baik ASN PPPK penuh waktu maupun ASN PPPK paruh waktu,” tuturnya.

Pada rangkaian kegiatan tersebut, Pemkot Pangkalpinang turut menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada ASN berdasarkan masa pengabdian 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap aparatur yang telah menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat selama bertahun-tahun.

“Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah diberikan selama bertahun-tahun. Saya berharap setelah memasuki masa purnabakti, Bapak-Ibu tetap sehat dan dapat terus berkontribusi dalam kegiatan sosial serta kemasyarakatan,” kata Agustu.

Pemkot Pangkalpinang juga memberikan penghargaan kepada para pemenang sejumlah perlombaan yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang.

Di antaranya lomba Senam Anak Sehat Pangkalpinang dan berbagai perlombaan antar-OPD.

Agustu mengapresiasi partisipasi seluruh peserta dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan.

“Kegiatan seperti ini harus terus kita dorong karena selain menjadi sarana olahraga, juga dapat membangun semangat, kreativitas, kedisiplinan, dan kebersamaan,” ujarnya.

Menurutnya, perlombaan antar-OPD tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dapat memperkuat hubungan dan kekompakan antarpersonel di lingkungan Pemkot Pangkalpinang.

“Untuk lomba antar-OPD, ke depan juga akan kita laksanakan kembali. Ini merupakan salah satu upaya untuk membangun kebersamaan, kekompakan, serta semangat positif di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang,” katanya.

Pelayanan Publik Terus Didorong Berbasis Digital

Dalam arahannya, Agustu turut menekankan pentingnya inovasi dalam pelayanan publik. Pemkot Pangkalpinang terus mendorong pemanfaatan teknologi dan sistem digital untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan efisien.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui digitalisasi pembayaran pajak serta penataan sistem perparkiran.

Menurut Agustu, sistem tersebut nantinya memungkinkan masyarakat mengetahui status parkir melalui sistem dan kode yang telah disediakan.

“Nantinya masyarakat dapat mengetahui status parkir melalui sistem dan kode yang telah disediakan. Dengan sistem tersebut, diharapkan pengelolaan parkir menjadi lebih tertib serta dapat memberikan kepastian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta seluruh perangkat daerah memberikan dukungan terhadap berbagai inovasi yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.

“Jangan sampai inovasi yang sudah kita bangun hanya menjadi program di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *