Distribusi dan Produksi Diperkuat, Pemerintah Kota Pangkalpinang Jaga Stabilitas Pangan

ALINEANEWS.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pangan dan Pertanian terus memperkuat sinergi antara program daerah dan kebijakan strategis pemerintah pusat. Salah satu fokus utama yang dijalankan adalah menjaga ketahanan pangan lokal guna mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini di ungkapkan oleh Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Samri, bahwa program MBG memberikan dampak positif yang signifikan, khususnya bagi sektor pertanian. Menurutnya, program nasional tersebut telah membuka peluang pasar yang lebih luas bagi hasil panen petani lokal.

Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah daerah terus mengembangkan berbagai inovasi. Samri menegaskan, saat ini pihaknya memprioritaskan tiga aspek utama, yakni ketersediaan pangan, keamanan pangan, serta kemandirian komoditas unggulan daerah.

“Untuk saat ini kondisi kita cukup di untungkan, dengan adanya program MBG kebutuhan komoditas sayur meningkat, serta kebutuhan masyarakat lokal juga terpenuhi,” ungkapnya.

Tidak hanya di sektor produksi, Pemkot Pangkalpinang juga memperkuat intervensi di sektor distribusi melalui penyaluran bantuan cadangan beras pemerintah pusat. Tahun 2026, jumlah penerima bantuan meningkat signifikan menjadi 20.211 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 7.205 KPM.

Ia menjelaskan, di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, cadangan beras menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pangan.

“Saat ini kita masih dalam kondisi surplus beras, ditambah adanya bantuan cadangan pangan dari pemerintah. Ini menjadi bantalan penting bagi masyarakat,” ujarnya.

Adapun total bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari 13 ton beras kepada ribuan penerima manfaat. Program ini tidak hanya menyasar masyarakat rentan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menekan potensi kenaikan harga beras di pasaran.

Lebih lanjut, Samri menekankan bahwa program ini juga berdampak jangka panjang, terutama dalam menekan angka stunting serta memperkuat ketahanan dan keamanan pangan daerah. Ia menegaskan, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan, tetapi juga akses dan stabilitas harga.

“Ketahanan pangan di Pangkalpinang sangat krusial. Kita harus siap menghadapi berbagai kemungkinan, baik gejolak ekonomi maupun perubahan pola konsumsi masyarakat,” katanya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang optimistis mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *