ALINEANEWS.ID – Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, secara resmi membuka kegiatan Fundraising Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pangkalpinang, Selasa (03/03/2026).
Kegiatan tersebut bertemakan “Zakat Menguatkan Indonesia” yang dilaksanakan di Gedung OR Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Acara pembukaan turut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang, unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta para camat se-Kota Pangkalpinang. Momentum ini menjadi ajakan terbuka bagi masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN), untuk menunaikan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) selama bulan suci Ramadhan.
Dalam sambutannya, Prof Saparudin mengungkapkan rasa syukur karena masyarakat masih diberikan kesehatan dan kesempatan menjalankan ibadah puasa yang telah memasuki hari ke-13 Ramadhan.
“Alhamdulillah, hingga hari ini kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan untuk mengingatkan dan menggugah kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, khususnya zakat tahunan di bulan Ramadhan,” ujarnya.
Ia secara khusus mengimbau seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang agar menunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal (harta), untuk kemudian disalurkan kepada para mustahik yang berhak menerima.
Menurutnya, penyaluran zakat melalui Baznas dilakukan secara ketat dan terverifikasi sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Baznas sangat selektif dalam menentukan penerima. Semuanya melalui proses verifikasi. Untuk itu, mudah-mudahan ASN Kota Pangkalpinang dapat menyalurkan zakatnya melalui Baznas,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung kondisi global yang tengah diwarnai berbagai konflik di sejumlah negara. Meski demikian, dirinya bersyukur Pangkalpinang tetap dalam keadaan aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
Lebih lanjut, ia menyambut baik pelaksanaan fundraising yang telah memasuki tahun kelima ini. Menurutnya, zakat bukan sekadar kewajiban individu, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial sesama umat Muslim terhadap para mustahik.
“Dalam ajaran Islam, umat diminta menyisihkan sebagian rezeki yang telah memenuhi syarat untuk diberikan kepada yang berhak. Baik zakat wajib maupun sunah, semuanya memiliki nilai sosial yang sangat besar,” tegasnya.
Diakhir sambutan beliau juga mengingatkan Baznas Kota Pangkalpinang untuk terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas guna menjaga serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Pangkalpinang, M. Kurnia, menjelaskan bahwa pada tahun kelima pelaksanaan fundraising ini terdapat sejumlah penyesuaian ketentuan zakat. Penyesuaian tersebut merupakan hasil keputusan rapat bersama Kementerian Agama terkait nisab zakat agar zakat tetap relevan bagi para mustahik.
“Menjelang Idul Fitri, Baznas menargetkan penyaluran bantuan kepada mustahik berupa paket daging dan kebutuhan pokok guna membantu masyarakat kurang mampu dalam menyambut hari raya,” jelasnya.
Ia menyebutkan, bagi masyarakat dengan penghasilan sekitar Rp7.640.000 per bulan, maka zakat yang wajib dikeluarkan sebesar 2,5 persen atau sekitar Rp191.000.
Adapun zakat fitrah tahun ini ditetapkan sebesar 2,7 kilogram beras per jiwa, atau jika dikonversikan dalam bentuk uang sebesar Rp42.120 per orang.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, maka semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan oleh para mustahik,” ujarnya.
Kegiatan fundraising ini dilaksanakan secara khusus pada hari tersebut. Namun demikian, layanan pembayaran zakat di Kantor Baznas Kota Pangkalpinang tetap dibuka hingga H-2 Idulfitri, dengan target partisipasi lebih dari 300 orang.
Baznas Kota Pangkalpinang juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menunaikan zakat melalui transfer ke rekening resmi yang telah dipublikasikan di media sosial, maupun dengan datang langsung ke kantor Baznas.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama Baznas berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan semakin meningkat, sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen penguat kesejahteraan umat dan pembangunan daerah.









