ALINEANEWS.ID – Mewakili Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go hadiri Rapat Koordinasi Inovasi Daerah Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) di Balai Besar Betason, Lantai 1, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, pada Rabu (23/04/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala OPD, camat, lurah, kepala sekolah SD dan SMP negeri se-Kota Pangkalpinang. Rapat bertujuan mendorong lahirnya berbagai inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Sekda Mie Go menyampaikan bahwa Pemerintah Kota menargetkan terciptanya 100 inovasi pada tahun 2025.
Dirinya menekankan bahwa inovasi tidak harus berbasis aplikasi atau memerlukan anggaran besar, tetapi lebih mengutamakan kreativitas yang disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
“Inovasi tidak selalu harus berupa aplikasi. Bisa juga dalam bentuk non-aplikatif, seperti pelayanan KTP, e-Government, Smart City, atau Mall Pelayanan Publik (MPP). Tujuannya untuk mempermudah pelayanan, meningkatkan efisiensi, dan menjamin transparansi pemerintah kepada masyarakat,” jelas Mie Go.
Ia juga menyoroti pentingnya kontribusi sektor pendidikan dalam menciptakan inovasi baik dari tingkat SD dan SMP diharapkan mampu menawarkan gagasan baru yang berdampak positif bagi dunia pendidikan.
“Kami mendorong agar setiap sekolah minimal dapat mengusulkan satu inovasi. Kita tidak tahu inovasi seperti apa yang akan muncul, tapi hari ini kami membuka ruang untuk itu,” tambahnya.
Kepala Bapperida Kota Pangkalpinang, Yan Rizana, menegaskan bahwa upaya mendorong inovasi merupakan amanat regulasi, seperti UU Nomor 23 Tahun 2014, PP Nomor 38 Tahun 2017, dan Permenpan RB Nomor 7 Tahun 2021 tentang kompetisi inovasi pelayanan publik.
“Inovasi daerah bertujuan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan daya saing daerah,” ujarnya.
Saat ini, terdapat 36 OPD dan 66 SD serta SMP negeri di bawah Pemerintah Kota Pangkalpinang. Dengan demikian, potensi inovasi yang bisa diusulkan mencapai 100 gagasan baru, sesuai target yang telah ditetapkan.
“Jika setiap OPD dan sekolah menyumbang minimal satu inovasi, target 100 inovasi akan tercapai. Ini penting agar kita bisa meningkatkan peringkat inovasi daerah di tingkat nasional,” tutup Yan.
Selain membahas inovasi, rapat juga membahas kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan potensi banjir. Mie Go mengingatkan agar OPD terkait segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah antisipatif, mengingat tingginya curah hujan dan naiknya permukaan air laut belakangan ini.
“Kita tidak boleh menunggu sampai banjir terjadi. Harus ada langkah cepat dan koordinasi antardinas agar masyarakat terlindungi dari bencana,” tegasnya.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi awal terbentuknya inovasi-inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung efektivitas kerja pemerintah daerah di tengah tantangan keterbatasan anggaran.











