ALINEANEWS.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam menekan angka stunting melalui berbagai program strategis.
Seperti Launching Program “Makan Telur Atasi Resiko Anak Stunting (MATA RANTING)” Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2024, yang dilaksanakan di Halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang.
Hadir Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sugito pada kegiatan tersebut.
Beliau menyampaikan, melalui program Mata Ranting tersebut pihaknya bersama Pemerintah Kota berkolaborasi sebagai upaya dalam menekan angka stunting sehingga dapat memenuhi target yang sesuai dengan harapan.
“Hari ini kita mencanangkan Program Makan Telur Antisipasi Resiko Anak stunting (Mata Ranting). Program ini merupakan Kolaborasi Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang, OPD dan juga PT. Charoen Pokphand.
Mata Ranting merupakan salah satu gerakan dan upaya kita kepada anak-anak yang memiliki resiko setunting sehingga anak-anak kita dapat tumbuh sehat, sumber daya yang mempuni, karena merupakan generasi penyongsong Indonesia emas 2045. ” ungkap Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Sugito kepada awak media, Kamis (10/10/2024).
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya edukasi terkait stunting, guna memberikan pemahaman informasi gizi yang memiliki nilai-nilai yang cukup.
“Insyaallah dengan kita bergerak bersama, stunting dapat teratasi, karena stunting bukan hanya faktor ekonomi saja, ada juga faktor prilaku penangan terhadap anak, yang biasanya terjadi di perkawinan di usia remaja. Karena itu, kami menghimbau, kepada calon pengantin tiga bulan dilakukan pemeriksaan dan juga pemberian tablet tambah darah, kemudian untuk anak-anak saya menghimbau untuk rajin datang ke posyandu, baik dalam upaya pemeriksaan kesehatan maupun informasi edukasi gizi yang memiliki nilai-nilai yang cukup,” tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemerintah kota Pangkalpinang Akhmad Subekti yang turut hadir pada kegiatan tersebut.
Dirinya mengucapkan rasa syukurnya atas bantuan yang telah di berikan oleh PT. Charoen Pokphand selaku yang telah ikut membantu melancarkan program penurunan angka stunting ini.
“Dengan apa yang telah kita upayakan selama ini, allhamdulillah angka stunting kita di kota Pangkalpinang masih tersisa 233 anak di seluruh kecamatan.
Kemudian, kami selaku Pemkot Pangkalpinang menyambut baik perusahaan yang ingin membantu kami dalam mengurangi angka stunting ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada PT. Charoen yang telah membantu dalam membagikan telur kepada anak-anak yang terkena stunting,” ungkap Asisten Pemerintahan dan Kesra Akhmad Subekti.
Diharapkan melalui upaya bersama ini, target pengurangan angka stunting di Bangka Belitung diharapkan dapat dicapai lebih cepat, sejalan dengan program nasional untuk menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.
Diketahui Jumlah anak stunting di tujuh kecamatan se-kota Pangkalpinang, antara lain.
-Kecamatan Rangkui : 36 anak
-Kecamatan Bukit Intan : 88 anak
-Kecamatan Girimaya : 2 anak
-Kecamatan Pangkalbalam : 30 anak
-Kecamatan Gabek : 28 anak
-Kecamatan Taman Sari : 18 anak
-Kecamatan Gerunggang : 31 anak







