ALINEANEWS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) kota Pangkalpinang melaksanakan Rilis dan Pers Conference BRS Perekembangan Harga Indeks Harga Konsumen/Inflasi, bertempat di Ruang Rapat BPS Pangkalpinang, Senin (01/07/2024).
Hadir ketua BPS kota Pangkalpinang Dewi Savitri bersama Pj Wali kota Pangkalpinang Lusje Anneke Tabalujan didampingi OPD terkait.
Dalam sambutanya Dewi Savitri menyampaikan, bahwa kegiatan rilis tersebut merupakan bentuk kolaborasi pihaknya bersama pemerintah kota Pangkalpinang yang dimana rilis BRS tersebut mencakup harga indeks harga konsumen dan inflasi.
Dengan catatan peristiwa sebagai berikut :
– Pertama harga tiket pesawat mengalami kenaikan pada momen perayaan hari raya Idul Adha, atau menjelang hari raya keagamaan.
– Kedua harga cabai merah pada bulan juni 2024 di pasar kota Pangkalpinang berangsur naik jelang perayaan hari raya Idul Adha.
– Ketiga penurunan harga bawang merah selama bulan juni 2024 yang dikarenakan adanya penambahan pasokan bawang merah.
– Dan terahir beras turun karena daerah produsen sedang dalam masa panen raya, sehingga harga beras bulan juni 2024 masih mengalami penurunan.
“Dari data tersebut, terjadi inflasi Bulan ke Bulan (m-to-m) sebesar 0,19%, dibandingkan dengan bulan Mei 2024.
Yang dimana Inflasi tertinggi (m-to-m) terjadi dari kelompok transportasi sebanyak 0,59%, kemudian dilanjutkan dengan kelompok makanan, miniman dan tembakau sebanyak 0,51%,” Papar Dewi saat acara berlangsung.
Selanjutnya, Inflasi tahun ke tahun (Y-to-y) mengalami Inflasi sebesar 1,78%, yang merajuk pada harga bulan juni tahun sebelumnya.
Dimana dari sebelas kelompok pengeluaran, Andil kelompok makanan, miniman dan tembakau 1,23%, dengan komoditas utamanya adalah beras, Sigaret Kretek mesin (SKM) dan Cabai merah.
“Pada juni 2024 terjadi inflasi (m-to-m) sebesar 0,19%, dan Penyumbang utama Inflasi Juni 2024 secara (m-to-m) adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,16%, dilanjutkan dengan kelompok transportasi dengan andil 0,08%, dan komoditas penyumbang utama dari kelompok tersebut adalah Angkutan udara dan Cabai merah.
Dilanjutkan dengan penyumbang inflasi juni 2024 secara (y-on-y) adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil 0,16%, yang dimana komoditas penyumbang utama inflasi tersebut pada kelompok ini adalah beras, sigaret kretek mesin(SKM) dan juga Cabai merah,” tambahnya.
Pada kesempatan selanjutnya, Pj Wali kota Pangkalpinang Lusje Anneke tabalujan menyampaikan bahwa, dari paparan tersebut dapat disimpulkan jika angka inflasi kota Pangkalpinang relatif stabil.
Pada dasarnya, BPS kota Pangkalpinang telah berupaya menyediakan data berkualitas dan mendiseminasikan data tersebut kepada para pengguna, terutama Pemerintah kota Pangkalpinang.
“Dengan adanya data tersebut, dapat kita lihat penyumbang utama inflasi secara (m-to-m) adalah Angkutan Udara, yang dimana berarti di momen ini banyak pengunjung yang datang.
Untuk itu, kami Pemerintah kota Pangkalpinang mengucapkan terimakasih kepada BPS atas rilis perkembangan inflasi bulan Juni 2024, agar nantinya kami bisa mengambil langkah seperti apa nantinya terkait perkembangan inflasi Pangkalpinang,” Ungkap Lusje.
Beliau juga menambahkan kegiatan ini juga merupakan wujud implementasi reformasi birokrasi yang lebih baik pada BPS kota Pangkalpinang.
Untuk itu, Pihaknya sangat mendukung penuh dalam mewujudkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan juga dalam memberikan pelayanan Publik.
“Maka, kami Pemerintah kota Pangkalpinang sangat mendukung BPS kota Pangkalpinang dalam meraih dan mewujudkan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi untuk indonesia maju, dan dapat berkolaborasi bersama pemkot Pangkalpinang dalam memberikan pelayanan Publik terbaik.
Semoga dengan indiktor yang telah di rilis dapat digunakan oleh pemerintah untuk perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat di kota Pangkalpinang dengan Tusi nya masing-masing,” tukasnya.







