ALINEANEWS – Ribuan jamaah menghadiri peresmian Masjid Agung Qubah Timah Pangkalpinang, Jumat (10/11/2023).
Masjid yang bersebelahan dengan Gereja Maranatha itu, dibangun atas ide Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil alias Molen.
Di tengah tantangan membangun masjid tersebut, Molen akhirnya meresmikan tempat ibadah umat Islam itu, yang dihadiri penceramah kondang Ustaz Das’ad Latif bersama unsur Forkopimda, serta masyarakat lainnya.
Molen dalam kata sambutannya, sangat terharu berdirinya Masjid Agung Qubah Timah tersebut.
Apalagi penyelesaiannya, bersamaan menjelang berakhirnya masa jabatan Molen sebagai Wali Kota Pangkalpinang, pada 15 November 2023 nanti.
“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah hadir. Di dalam masjid ini, bisa menampung 1.200 jamaah, di luar saya menyediakan 30 kavling tenda, yang juga ada jamaah. Diperkirakan ada 2.000 orang yang hadir saat peresmian masjid ini,” kata Molen.
Shalat Jumat perdana juga digelar di Masjid Agung Qubah Timah dan banyak jamaah yang terpaksa mengambil saf di luar lantaran di dalam sudah penuh.
Moleng mengungkapkan, pembangunan masjid ini bermula dari rasa gelisahnya lantaran Kota Pangkalpinang belum ada masjid agung.
“Masjid ini dirancang oleh arsitek Pak Ridwan Kamil, yang juga sebagai arsiten Masjid Al Jabbar di Kota Bandung,” terangnya.
Dia menceritakan, pada tahun 2022, rencana pembangunan Masjid Agung Qubah Timah dimulai di lahan eks gudang beras.
Awalnya, lokasi Masjid Agung Qubah Timah di bekas Polres Pangkalpinang, lalu ada juga rencana di Panti Wangka.
Namun, ujar Molen, diputuskan lokasi di lahan eks gudang beras, tepat di seberang Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang.
Molen menjelaskan, terdapat lima kubah di Masjid Agung Qubah Timah.
Qubah pertama digunakan untuk melaksanakan shalat dengan ketinggian 16 Meter dengan kapasitas 1.200 sampai 2.000 jamaah.
Qubah kedua diperuntukkan untuk wudhu dan toilet ikhwat, sedangkan Qubah ketiga menjadi tempat wudhu dan toilet ikhwan.
“Qubah berikutnya mohon doanya semua, kalo Allah SWT mengizinkan kebersamaan kita insyaa Allah kubah keempat menjadi tempat Islamic Center dan kubah kelima digunakan untuk Gedung Serba Guna. Tidak ada yang tidak mungkin untuk sebuah masjid, pasti berdiri atas ridho Allah SWT,” ungkap Molen.
Molen menjelaskan bahwa Masjid Agung Qubah Timah tidak semua terbuat dari timah.
Namun dinamakan Masjid Agung Qubah Timah agar Bangka Belitung memiliki ikon timah yang merupakan komoditas andalan Bangka Belitung sejak berabad-abad lalu.
“Kalau semuanya terbuat dari timah bisa rubuh masjid ini. Di samping ada Gereja Maranatha yang berdiri sejak tahun 1927 lalu, ini menandakan persaudaraan di Kota Beribu Senyuman meski berbeda agama. Di depannya titik Nol Kilometer, di Jalan Sudirman ini saya pengen menjadi simbol keharmonisan agama dan ikon timah, nanti kelenteng di sana juga kita usahakan ornamen dari timah,” jelas Molen.
Molen membeberkan filosofi tudung yang menutupi Masjid Agung Qubah Timah.
Tudung saji merupakan budaya turun temurun adat istiadat Bangka Belitung, secara budaya dan historisnya.
“Masjid Agung Qubah Timah ini memiliki tujuh imam, empat muazin dan tujuh marbot yang diseleksi oleh tim yang berkompeten, sehingga yang terpilih adalah orang yang terbaik di Kota Pangkalpinang,” katanya.
Pengurus Masjid Agung Qubah Timah
Ketua : H. Johan MuhammaMPd
Wakil Ketua I : Amrin Abdul Ghani SPd MSi
Wakil Ketua II : Rio Setiadi ST
Wakil Ketua III : H. Mirtawansyah SPd I
Sekretaris : Yusni Patrajaya SSi
Wakil Sekretaris I : Trianto, MPd
Wakil Sekretaris II : H. Arnadi SP
Bendahara : Agustian Safitri, SE MM
Wakil Bendahara : Heri Anggara MPd
Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga : Dr Iqrom Faldiansyah MA
Ketua Bidang Idarah : Nur Muhammad
Ketua Bidang Imarah : Robi Rendra Tribuana SH MH
Ketua Bidang Pendidikan, Pemberdayaan Perempuan dan Peranan Wanita : Hj. Maria Susanti MPd
Ketua Bidang Ri’ayah : Lukman Hakim Z ST











