ALINEANEWS.COM – Kabar duka menyelimuti masyarakat Bangka Belitung.
Johan Murod salah satu tokoh Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meninggal dunia.
Dia menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Citra Harapan Indah, Jakarta, Sabtu (23/9/2023) pukul 10.25 WIB.
Almarhum berpulang menjelang dua bulan HUT ke-23 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tanggal 21 November 2023.
Informasi meninggalnya Johan Murod tersebar di grup WhatsApp dan ucapan duka cita mengalir kepada pendiri Asosiasi Tambang Timah Rakyat (Astrada) tersebut.
Almarhum menurut informasi yang beredar mengalami kondisi fisik kurang sehat sejak beberapa hari ini.
Dia mengalami keluhan pada jantung dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Asisten Bidang Pemerintahan Gubernur Babel Rofiko menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum.
Menurut Rofiko banyak jasa yang diberikan almarhum untuk Bangka Belitung, terutama perjuangannya sebagai aktivis muda pada tahun 1999.
Johan Murod pada masa itu, bersama pemuda Bangka Belitung menggelorakan Babel menjadi provinsi sendiri.
“Saya kira layak almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, bersama almarhum Pak Eko (mantan Gubernur Babel) dan almarhum Hudarni Rani (mantan Gubernur Babel),” tulis Rofiko di grup WA.
Dikutip dari berbagai sumber, Johan Murod dikenal sebagai pribadi yang penuh semangat dan terkadang meledak-ledak saat berbicara.
Dia dikenal pintar dan memiliki kemampuan berkomunikasi yang cukup baik.
Profil kehidupannya pun masuk di laman wikipedia.
Dikutip dari laman wikipedia, tertulis Johan Murod adalah tokoh pemuda yang berperan dalam pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2000.
Johan Murod juga ditulis sebagai salah satu aktivis penggerak massa dalam protes tambang timah, tanggal 5 Oktober 2006.
Banyak juga tidak tahu, bahwa Johan Murod pernah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkot Pangkalpinang.
Dia memilih jalan berisiko saat sebagai PNS berani menyuarakan pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.







