ALINEANEWS – Aroma asap berpadu dengan arang yang terbakar, menjadi ciri khas warung kopi (warkop) yang berada di tengah Kota Pangkalpinang ini.
Riuh rendah suara kendaraan mewarnai suasana warkop.
Jika nongkrong di tempat ini, suara memang agak lebih keras saat berbicara.
Maklum saja, selain suara deru kendaraan, juga alunan musik ikut meramaikan suasana.
Begitulah gambaran Warkop Akew di Jalan Sudirman, Kota Pangkalpinang atau biasa dikenal Kampung Katak.
Warkop ini terbilang lama, sejak tahun 1960-an sudah ada di Kota Pangkalpinang.
Boleh jadi, dulu ketika Pangkalpinang tidak seramai ini, Warkop Akew menjadi tempat favorit untuk nongkrong.
“Ya dulu banyak pekerja Timah dan Koba Tin, pagi-pagi sudah di warkop,” kata Iin, penerus generasi ketiga Warkop Akew, Rabu (6/9/2023).
Iin tidak hapal secara jelas apa pekerjaan utama karyawan PT Timah dan PT Koba Tin yang disebutnya.
Dulu dia masih muda, sering ikut orang tuanya di warkop, melihat para pekerja itu di warkop.
Saat ini, usia Iin sudah 47 tahun, dia masih setia meneruskan warkop warisan kakeknya tersebut.
Kemudian, seiring waktu, penikmat Warkop Akew bergeser dan digantikan para tukang catut atau makelar.
“Kalau tidak salah sekitar tahun 90-an, banyak tukang catut sepeda, motor, macam-macam duduk di sini,” ujar Iin.
Ketika Bioskop Maras di depan Warkop Akew masih buka sampai awal 90-an, eksistensi warkop ini semakin kuat.
Entah apa yang membuat penikmat kopi candu ke tempat ini.
Mungkin bisa jadi aromi kopi yang khas dipadu dengan air seduhan di atas tungku arang.
Iin mengatakan, dulu Warkop Akew hanya buka sampai pukul 17.00 WIB.
“Sekarang kita tutup sampai jam 10 malam,” ungkapnya.
Pengamatan alineanews, Warkop Akew boleh dibilang sederhana, serupa dengan warung kopi pada umumnya.
Deretan meja dan kursi tersusun di dalam ruangan.
Sebenarnya, bangunan Warkop Akew adalah peninggalan lama, namun berubah setelah mengalami polesan atau renovasi.
Termasuk tungku tempat memasak air.
Kini Warkop Akew harus tetap bertahan di tengah menjamurnya warung kopi di Kota Pangkalpinang.
Namun, Warkop Akew tetap gaya khasnya, memasak air pakai api arang.







