ALINEANEWS.COM – Sejak tahun 2003, Guid Cardi sudah berkecimpung di dunia kepemiluan.
Kalau ditarik mundur lagi, sebenarnya dia mulai menggeluti seluk beluk penyelenggara pemilu pada tahun 1999.
Pria kelahiran Belitung Timur ini, cukup dikenal di Bangka Belitung sebagai penyelenggara pemilu kawakan.
Selama 20 tahun duduk sebagai komisioner di Komisi Pemilihan Umum (KPU), dia telah mencicipi asam garam teknis pemilu di Bangka Belitung.
Pada 2003-2008, dia mengawali karier kepemiluan sebagai anggota KPU Belitung Timur.
Periode 2008-2013, Guid kembali terpilih untuk kedua kalinya.
Berbekal pengalaman 10 tahun di KPU Belitung Timur, Guid meloncat lebih tinggi ke KPU Babel.
Pada 2013, dia terpilih sebagai komisioner KPU Babel dan lanjut pada periode 2018 hingga 2023.
Kini, setelah tak lagi sebagai komisioner, Guid tak berhenti memberikan manfaat untuk masyarakat.
Selain sebagai Pegiat Pemilu, Guid juga ternyata aktif di bidang pendidikan.
“Selama 10 tahun ini, kami mengelola sekolah informal di rumah. Kami membuka sekolah paket A, B, dan C dengan nama Aksara Grup,” kata Guid, Jumat (6/10/2023).
Sudah ribuan orang yang dididiknya dan lulus dengan ijazah paket terakreditasi negara.
Berbekal ijazah itulah, muridnya ada yang menjadi anggota dewan, kades, dan melanjutkan kuliah.
Guid mengatakan, banyak penyebab siswa di tempatnya menempuh sekolah paket.
“Paling banyak karena masalah ekonomi, sehingga berhenti sekolah. Lanjut sekolah paket, lulus dan bisa meraih masa depan yang mereka inginkan,” ujarnya.
Guid mengaku tidak mencari keuntungan dari sekolah paket yang didirikannya.
Bahkan, tidak sedikit murid dari keluarga kurang mampu yang bersekolah gratis di tempatnya.
“Bisa melihat mereka lulus dan punya ijazah, itu kebahagiaan bagi kami,” ungkap Guid.
Kini selain mengurus sekolahnya, Guid juga lebih senang berada di kebun di kawasan Desa Kace, Kabupaten Bangka.
Saat ditanya, apakah ada menawarkan untuk maju sebagai legislatif, Guid tersenyum lalu menjawab,
“Jujur saja, sudah ada yang mengajak untuk maju sebagai caleg. Namun, semua terserah keputusan Allah SWT, sudah ada garis takdir yang kita jalani. Kalau Allah SWT menghendaki menjadi anggota dewan, tentunya tak ada yang bisa menghalangi,” kata Guid.







