ALINEANEWS.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperkuat strategi dalam menjaga stabilitas harga konsumen sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi April 2026 yang digelar pada Senin (04/05/2026).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri kegiatan rilis bersama Badan Pusat Statistik (BPS) serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM.
Dalam keterangannya, Juhaini mengungkapkan bahwa Kota Pangkalpinang mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 0,79 persen dengan IHK mencapai 107,65. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat.
“Kenaikan harga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, kemudian kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok perumahan dan perlengkapan rumah tangga, serta transportasi yang mencatatkan peningkatan tertinggi,” ujarnya.
Selain itu, kenaikan juga terjadi pada sektor kesehatan, informasi dan komunikasi, rekreasi, restoran, serta perawatan pribadi. Sementara itu, kelompok pendidikan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami penurunan harga atau deflasi secara tahunan.
Secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi Pangkalpinang tercatat sebesar 0,23 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) berada pada angka 0,11 persen. Kenaikan tersebut tercermin dari pergerakan IHK yang meningkat dari 106,81 pada April 2025 menjadi 107,65 pada April 2026.
Juhaini menegaskan bahwa rilis statistik ini memiliki peran strategis dalam mendukung perumusan kebijakan pemerintah daerah yang lebih tepat sasaran. Menurutnya, data yang akurat dan terukur menjadi kunci dalam membaca kondisi nyata di lapangan serta merespons dinamika ekonomi secara efektif.
“Kegiatan ini bukan sekadar forum penyampaian data, tetapi menjadi landasan penting dalam pengambilan kebijakan. Dengan data yang komprehensif, pemerintah dapat merumuskan langkah yang cepat, tepat, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Beliau menambahkan, Pemerintah Kota Pangkalpinang akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi daerah secara berkelanjutan.
“Dengan inflasi yang relatif terkendali, Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kebijakan berbasis data, memperkuat sinergi antar-perangkat daerah, serta memastikan stabilitas harga tetap terjaga demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.







