ALINEANEWS.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar acara pengarahan dan penyerahan bantuan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural yang telah dipulangkan dari Myanmar. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan OR Kantor Wali Kota Pangkalpinang pada Kamis (27/03/2025).
Acara ini dihadiri oleh Pj Wali Kota Pangkalpinang, M. Unu Ibnudin, Sekda Kota Pangkalpinang Mie Go, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Juhaini, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Amrah Sakti, serta perwakilan dari Dinas Sosial dan Ketua Baznas Kota Pangkalpinang.
Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Pangkalpinang, M. Unu Ibnudin, menyampaikan rasa syukurnya atas kepulangan para PMI non-prosedural dan mengajak mereka untuk menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga.
Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan.
“Keadaan ekonomi yang tidak stabil beberapa tahun terakhir tentu berdampak pada kehidupan kita semua. Namun, penting untuk memahami bahwa bekerja ke luar negeri harus mengikuti prosedur yang benar agar tetap aman dan terlindungi,” ujar Unu Ibnudin.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk membuka lebih banyak lapangan kerja dan memberikan pelatihan keterampilan bagi masyarakat agar mereka memiliki peluang lebih besar dalam mendapatkan pekerjaan yang layak.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, mengungkapkan bahwa tingginya jumlah pekerja migran non-prosedural dari Pangkalpinang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kami sangat terkejut mengetahui bahwa Pangkalpinang memiliki jumlah pekerja migran non-prosedural tertinggi di Bangka Belitung. Bahkan, masih ada yang tertahan di luar negeri.
Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak tergiur bekerja di luar negeri tanpa prosedur yang jelas,” ujar Amrah Sakti.
Ia juga menekankan bahwa bekerja di luar negeri harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan demi keamanan dan kesejahteraan pekerja.
Oleh karena itu, pihaknya akan terus meningkatkan pelatihan keterampilan bagi masyarakat, baik untuk sektor formal maupun wirausaha, agar mereka memiliki alternatif dalam mencari nafkah tanpa harus mengambil risiko bekerja secara ilegal di luar negeri.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan bantuan kepada para PMI non-prosedural yang telah dipulangkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah dan Baznas Pangkalpinang terhadap kondisi mereka. Pemerintah berharap, melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan, masyarakat dapat lebih mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik.








