ALINEANEWS.ID – Tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah dan khitanan massal pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan semakin meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kegiatan sosial dan kesehatan.
Kegiatan yang dipusatkan di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, merupakan hasil kolaborasi antara UPTD RSUD Depati Hamzah, Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan Tim Penggerak PKK Kota Pangkalpinang, Senin (22/06/2026).
Direktur UPTD RSUD Depati Hamzah, dr. Muhammad Thamrin, mengatakan pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan tertib. Tercatat sebanyak 11 pendonor darah berpartisipasi dan 51 anak mengikuti khitanan massal,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator meningkatnya kesadaran akan pentingnya kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi sesama, khususnya donor darah yang memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Ia menjelaskan bahwa ketersediaan darah merupakan kebutuhan yang harus terus dijaga guna membantu pasien yang membutuhkan penanganan darurat, menjalani tindakan operasi, maupun perawatan medis lainnya.
“Donor darah bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian kemanusiaan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pasien yang membutuhkan. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan stok darah di daerah,” jelasnya.
Selain donor darah, khitanan massal juga menjadi salah satu layanan kesehatan yang mendapat respons positif dari masyarakat. Program tersebut dinilai tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga membantu meringankan beban keluarga sekaligus menjadi sarana edukasi kesehatan bagi anak-anak sejak dini.
Dr. Thamrin menegaskan, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kerja sama yang baik antara seluruh pihak yang terlibat.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu menghadirkan layanan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar pelayanan sosial dan kesehatan semakin luas jangkauannya,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya pada momentum peringatan tertentu, tetapi juga menjadi agenda rutin yang mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Semakin banyak kegiatan donor darah dan khitanan massal yang dilaksanakan, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan layanan kesehatan secara gratis,” tutupnya.









