ALINEANEWS.COM – Berdasarkan data yang diperoleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Belitung, pada Februari 2023 lalu, ada 3.464 balita yang mengalami stunting atau terlambat pertumbuhan gizi.
Jumlah ini, 3,51 persen dari sampel 98.680 balita yang didata oleh pihak dinkes.
Meski demikian, pemerintah daerah mengklaim, angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Riset Kesehatan Dasar 2013 dan tahun 2018 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, turun dari 26,6 persen menjadi 23,37 persen.
Demikian dikatakan Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Bangka Belitung, Itsnataini.
Lalu, setiap tahun mengalami penurunan jumlah balita stunting, 19,93 persen pada 2019, 18,6 persen tahun 2021, dan pada 2022 18,5 persen.
Data itu berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang pendataannya sesuai nama dan alamat atau by name by address.
Sementara, dikutip dari Antara, berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, angka prevalensi stunting Bangka Selatan 23 persen, Bangka Tengah 21,2 persen, Bangka Barat 20,5 persen, Belitung 19,6 persen, Bangka 16,2 persen, Belitung Timur 16,0 persen dan Pangkalpinang 12,9 persen.
“Jadi secara rata-rata prevalensi stunting Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yakni 18,5 persen,” kata Itsnaini.
Berbekal angka prevalensi 18,5 persen itu, kondisi stunting di Babel masuk kategori di bawah angka nasional pada 2022 yakni 21,6 persen.
Berdasarkan keterangan Kemenkes, definisi stunting sendiri mengalami perubahan.
Menurut WHO (2015), stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.
Selanjutnya menurut WHO (2020) stunting adalah pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang / tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi.
Hal itu dikarenakan kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang / kronis yang terjadi dalam 1000 HPK.







